Beranda Headline Inilah Pengakuan Zulfikar, Keponakan Wagub Lampung yang Ditangkap Polisi saat Pesta...

Inilah Pengakuan Zulfikar, Keponakan Wagub Lampung yang Ditangkap Polisi saat Pesta Narkoba

1922
BERBAGI
Zulfikar (kaois putih), pejabat Pemkab Lampung Utara yang juga keponakan Wagub Lampung Bachtiar Basri, menyembunyikan wajahnya saat hendak dfoto dalam ekspose kasus narkoba di Polda Lampung, Kamis (4/4/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Dari enam tersangka yang ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung pada Kamis (13/4/2017), satu tersangka bernama Zulfikar — Kabid Kerawanan Pangan Dinas Kerawanan Pangan Kabupaten Lampung Utara — mengakui  bahwa dirinya adalah keponakan Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri.

“Ya benar, saya keponakan Wagub Bachtiar Basri dan saya bekerja sebagai PNS di Lampung Utara,” kata dia di depan para wartawan, Jumat (14/4/2017).

Zulfikar mengaku sudah sejak setahun terakhir ini, dirinya mengkonsumsi sabu-sabu. Barang haram tersebut, ia dapatkan dengan cara membeli dari pemasoknya seorang Napi di daerah Tanah Miring, Kotabumi.

“Satu paket sabu, saya beli Rp 300 ribu dan saya pakainya di rumah saya bareng kawan-kawan,”ungkapnya.

Menurutnya, ia memakai sabu-sabu, hanya ikut-ikutan temannya saja dan juga karena sudah kecanduan pakai. Namun Zulfikar membantah, bahwa dirinya bukanlah sebagai pengedar ataupun bandar narkoba.

Diketahui, petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, meringkus enam tersangka yang kedepetan sedang menggelar pesta sabu-sabu di Jalan Punai Jaya, Kelurahan Tanjung Harapan, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, pada Kamis (13/4/2017) lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

Para tersangka yang ditangkap tersebut adalah, Zulfikar (50) dan Hendra Syaputra (31), keduanya merupakan PNS Lampung Utara. Lalu tersangka Lubis (46), Herman alias Kodri (38), Sulyanto (43) dan Ap (17). Para tersangka, merupakan warga Lampung Utara.

Dari penangkapan tersebut, petugas menyita empat paket sabu-sabu, satu buah timbangan digital, dua pack plastik klip, seperangkat alat isap (bong) dan 10 unit ponsel berbagai merk.

Loading...