Beranda Politik Inilah Penyebab Hartarto Lojaya Gagal “Nyalon” Walikota Bandarlampung

Inilah Penyebab Hartarto Lojaya Gagal “Nyalon” Walikota Bandarlampung

1582
BERBAGI
Hartarto Lojaya (Ist)

Bambang Satriaji/Teraslampung.com


BANDARLAMPUNG — Mengusung ‘tagline’ “Bandarlampung Kota Cerdas” politikus Partai Demokrat cum pengusaha mal Hartarto Lojaya datang di panggung pilkada Kota Bandarlampung dengan penampilan menjanjikan. Di antara para calon kepala daerah di Lampung, bisa diyakini hanya Hartarto Lojaya yang memiliki kesiapan kampanye luar ruang dan dunia maya yang ciamik. Lihatlah, misalnya, aneka baliho besar yang dipasang di sejumlah tempat strategis, website resmi Hartarto Lojaya. dan penetrasi di media sosial. Ia jauh lebih unggul dibanding Herman HN, Thobroni Harun, dan Muhammad Yunus.

Namun, harapan Hartarto Lojaya untuk bisa berpasangan dengan Riza Mirhadi (tokoh senior Partai Golkar Lampung) pupus ketika hingga menjelang saat mendaftar di KPU Bandarlampung kurang syarat dukungan dari partai politik. Hartarto Lojaya-Riza Mirhadi memang sudah meraup dukungan dari DPP Partai Golkar (belum jelas apakah dari dua kubu–Aburizal Bakri dan Agung Laksono). Namun, dukungan itu tidak cukup karena tidak sampai 10 persen dari total jumlah anggota DPRD Lampung.

Harapan Hartarto untuk mendapatkan dukungan dari Partai Gerindra kandas, karena ternyata DPP Partai Gerindra sudah meneken surat rekomendasi dukungan untuk Herman HN-Yusuf Kohar. Alhasil, Hartarto yang seharusnya bisa mendaftarkan diri di KPU Bandarlampung pada Senin (27/7/2015) akhirnya tidak bisa mendaftar. Memang, KPU masih membuka pendaftaran hingga Selasa (28/7/2015). Namun, tidak ada lagi partai yang jika jumlah kursinya di DPRD Bandarlampung ditambah dengan kursi Partai Golkar akan memenuhi 10 persen syarat dukungan parpol.

Ihwal gagalnya Hartarto Lojaya sebenarnya sudah tercium sejak pekan lalu. Yakni, ketika ada dua arus keras di Partai Gerindra. Dua arus itu adalah keinginan untuk mendukung Hartarto Lojaya dan keinginan untuk mendukung Herman HN.

Posisi Herman HN sendiri sebenarnya sudah di atas angin. Tanpa dukungan Gerindra pun sudah cukup untuk bisa maju sebagai calon Walikota. Seba, ia sudah mendapatkan dukungan dari parpol berkursi gemuk di DPRD Bandarlampung, yakni PDIP (10 kursi), Nasdem (5 kursi), Demokrat (5 kursi), PKS (5 kursi) , dan PKB (1 kursi). Jika ditambah dukungan dari Gerindra yang memiliki 5 kursi di DPRD Lampung berarti dukungan untuk Herman HN-Yusuf Kohar menjadi 70 persen.

Di antara pusaran dua arus itu, sempat beredar rumor tak sedap. Yakni ihwal Partai Gerindra bermain dua kaki. Namun, hal itu dibantah Ketua DPC Gerindra Bandarlampung, Andika Wibawa.

Menurut Andika, DPC Partai Gerindra Bandarlampung loyal terhadap perintah DPP.Ketika DPP sudah merekomendasikan dukungan kepada Herman HN, maka tidak ada alasan bagi pihaknya untuk menolaknya.

Ironisnua, rumor tak sedap itu sebenarnya tidak berembus di DPC Partai Gerindra Kota Bandarlampung,tetapi di tingkat DPP. Dikabarkan, Hartarto Lojaya sudah setor mahar miliaran rupiah melalui seorang petinggi DPP Gerindra. Namun, hingga saat pendaftaran bakal calon Walikota Bandarlampung, kabar tersebut tidak terverifikasi kebenarannya. Hartarto Lojaya sendiri masih bungkam.

Meski gagal didudung Gerindra, Hartarto sebenarnya masih punya peluang nyalon Walikota. Itu kalau dia mendapatkan dukungan bulat dari DPP Partai Golkar dan DPP PPP. Golkar di DPRD Bandarlampung memiliki 5 kursi, sedangkan PPP sebanyak 4 kursi.

Penyunting: Oyos Saroso H.N.

Loading...