Beranda Hukum Kriminal Inilah Peran Masing-Masing Tersangka Anggota Sindikat Penjualan Orok Tumbal Pesugihan

Inilah Peran Masing-Masing Tersangka Anggota Sindikat Penjualan Orok Tumbal Pesugihan

271
BERBAGI
RR (kiri), pelajar SMK di Bandarlampung yang hendak menggugurkan kandungan hasil hubungaannya dengan pacarnya, menutupi wajah dengan dua tangan saat ekspos kasus di Polda Lampung, Selasa (22/3/2016).

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, cara kerja dari para sindikat penjualan orok yang akan dijadikan tumbal pesugihan ini terbilang sangat rapi dan terencana. Saat beraksi, mereka memiliki perannya masing-masing-

“Ada yang bertugas mencari korban, menampung, penyandang dananya dan mengantarkan korbannya,”kata Ferdyan, Selasa (22/3/2016).

Peran tersangka Armedi adalah mencari korban yang masih remaja atau pelajar di wilayah Bandarlampung. Tersangka Saleh berperan mencari korban di daerah Jawa Tengah, sedangkan  tersangka Teguh Hartoyo, sebagai penyandang dana dan yang menyuruh mencari korban.

Kemudian tersangka Sri Umu Nurul Hidayah, berperan menampung dan mengantarkan korban ke tempat dukun. Tersangka Sumantri, berperan mencari, menampung, dan mengantarkan korban. Tersangka Harno Margono dan Jajang Sudrajat berperan menampung dan mengantar korban.

“Selain tujuh tersangka yang ditangkap, masih ada tiga tersangka lain yang saat ini masih belum tertangkap. Ketiga tersangka itu adalah, berinisial AS, UD yang berperan mengantar korban dan TJ
sebagai dukun pesugihan,”kata Ferdyan.

Ferdyan mengatakan, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 76 F junto 83 UU No. 35 Tahun 2014. Pasal 332 ayat (1) dan Pasal 55 KUHP.

Petugas Subdit IV remaja anak dan wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, meringkus sindikat pelaku jual beli orok pelajar yang dijadikan tumbal pesugihan. Polisi menangkap tujuh tersangka, di daerah Grobogan, Jawa Tengah, pada Senin lalu (14/3/2016).

Dari para tersangka sindikat penjualan orok tersebut, disita barang bukti tiga bilah keris, peralatan ritual seperti bunga, telur, dua unit mobil jenis Ertiga K 9295 dan Toyota Kijang LSX B 2935 ZQ, 13
unit ponsel dan uang senilai Rp 5 juta.