Beranda Seni Tradisi Inilah Prosesi Blangiran Para Muli-Mekhanai Lampung Jelang Puasa Ramadan

Inilah Prosesi Blangiran Para Muli-Mekhanai Lampung Jelang Puasa Ramadan

2419
BERBAGI
Sjachroedin ZP menyiram para Mekhanai dalam acara Blangiran.

TERASLAMPUNG.COM — Upacara adat Lampung untuk menyucikan diri menjelang puasa Ramadan, Blangiran, yang digelar di kolam renang Hotel Sheraton Bandarlampung, Sabtu (4/6), berlangsung lancar. Dipandu oleh Nasrun Rakai dari MPAL,  rangkaian mandi adat Lampung tersebut dapat digelar dengan sempurna.

Menurut Nasrun Rakai,  Blangiran merupakan salah satu ritual budaya masyarakat Lampung. Menurut Nasrun,  kata blangiran berasal dari  kata  langer yang artinya suci dan blanger yang artinya menyucikan.

Sarana blangiran tidak semudah yang dibayangkan. Sarana air diambil dari 7 mata air diambil pada malam 14 bulan purnama di Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus,Pringsewu, Pesawaran, dan Bandarlampung.

Ada juga kmbang 7 rupa dari 7 taman, merang atau jerami padi yang masih bertangkai yang  dibakar. Abunya kemudian ditambah dengan jeruk nipis yang diperas.

“Setelah semuanya siap kemudian  mandi dengan berniat. Niat itu berisi kesengajaan mandi blangiran menyambut bulan suci Ramadhan karena Allah ta’alla,” kata Nasrun.

Para Muli mandi Blangiran di kolam renang hotel berbintangg.
Para Muli mandi Blangiran di kolam renang hotel berbintangg.

Pada kegiatan Blangiran di kolam renang Hotel Sheraton, Sabtu siang, mantan Gubernur Sjachroeddin ZP dan istri, Ny. Trully, meminpin upacara adat.

Setelah melalui proses tersebut beberapa laki-laki dan perempuan yang pemandiannya disekat oleh kain putih panjang, Sjachroeddin menyiram para anak muda pria (Mekhanai) dengan gayung. Sedangkan para remaja putri (Muli) disiram oleh Ny. Trully Sjachroeddin.

Selanjutnya mereka masuk ke sungai atau kolam renang untuk mandi menyucikan diri secara beramai ramai.


Mas Alina Arifin

Loading...