Inilah Pesan SBY untuk Prabowo dan Hatta

Bagikan/Suka/Tweet:

Prabowo dan Hatta Rajasa menemui ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas Jumat malam (4/7). Foto: dok Kompas

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

JAKARTA- Mendekati hari tenang, capres-cawapres Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menyambangi kediaman  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di rumah pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Jumat malam (4/4). Pada kesempatan itu SBY menyampaikan beberapa pesan, utamanya jika Prabowo terpilh sebagai presiden.

Pada pertemuan yang berlangsung 30 menit itu, Prabowo-Hatta di dampingi oleh anggota koalisi merah putih antara lain Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Sekjen Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan dan pengusaha Harry Tanoe Sudibyo serta anggota koalisi lainnya.

SBY mengingatkan Prabowo bahwa menjadi pemimpin, termasuk menjadi Presiden, haruslah memiliki sikap yang sabar, tegar dan kuat.

“Sabar saja tidak cuku. Harus  tegar dan kuat. Indonesia saat ini era kebebasan, kritis, saudara kita memiliki harapan tinggi, yang sering di luar kemampuan pemerintah. Ada masyarakat yang mudah menyalahkan, kritik tidak puas dan kecewa, kalau sudah begitu yang jadi sasaran presiden, kemudian wapres baru menteri kemudian gubernur atau bupati walikota,” kata SBY.

Kedua, kata SBY, kalau jadi Kepala Negara, Prabowo harus terus bekerja dan berikhtiar.Pemerintah, harus terus bekerja dan berikhtiar.

“Persoalan tidak ada habis-habisnya. Kadang masyarakat kita kritis, atau bahkan bisa juga (kita-red) dihujat dan disalahkan, namun harus terus bekerja dan ikhtiar,” ujar SBY.

Ketiga. kepentingan di negeri ini banyak. Sebagai pemimpin, Prabowo dan Hatta harus mengutamakan kepentingan rakyat, meletakkan kepentingan partai setelah kepentingan rakyat, kepentingan kelompok setelah kepentingan rakyat, keluarga apalagi.

“Banyak godaan, karena itu harus kokoh dan tidak mudah tergoda.” Hal keempat yang ditekankan Yudhoyono adalah pemimpin harus adil, termasuk tidak memendam amarah kepada orang yang tidak memilihnya,” kata dia.

Keempat, kata SBY, bila memimpin harus pimpin semua, adil. “Termasuk saudara kita yang tidak pilih bapak, pemimpin tidak boleh memendam amarah, begitu dapat mandat semua jadi rakyat kita,” ujarnya.

Kelima, SBY mengingatkan, demokrasi dan kebebasan yang berkembang saat ini harus terus dipupuk dan dikembangkan. Indonesia sudah menjadi negara demokrasi.

“Demokrasi kita belum sempurna, masih dalam tahap pematangan, namun demikian bagaimanapun demokrasi dan kebebasan ini harus kita hormati. Dengan demokrasi yang belum matang, kadang rule of law belum terbentuk dengan baik politik jadi gaduh, karena itu sasaran kembarnya politik stabil ekonomi tumbuh, kesejahteraan rakyat bisa terwujud dengan tetap hormati nilai demokrasi,” kata SBY.

Pada kesempatan itu Prabowo berjanji akan melanjutkan program pemerintah yang sudah berjalan dengan baik serta menghargai masukan yang diberikan.

“Bapak  Susilo Bambang Yudhoyono sebagai tokoh nasional, negarawan bangsa, kami ucapkan terima kasih. Bagi kami, ini amanah dan pesan. Kami hanya ingin sampaikan penghargaan dan rasa hormat kami atas semua yang telah bapak lakukan,” kata Prabowo.