Beranda News Inilah Sebab Kalender 2014 Sama dengan 1997

Inilah Sebab Kalender 2014 Sama dengan 1997

492
BERBAGI
Perbandingan kalender 1997-2014 (dwisfan.blogspot.com)

BANDARLAMPUNG, teraslampung.com–Kalau Anda masih menyimpang kalender 1997, Anda termasuk orang beruntung karena tidak perlu membeli kalender 2014. Sebab, ternyata kalender 1997 sama dengan kalender 2014.Kemiripannya hampir 100 persen.

Tanggal 1 Januari 1997 sama dengan 1 Januari 2014 yang sama-sama menunjukkan hari Rabu. Bulan Februari 2014 juga sama dengan 2007, yaitu 28 hari. Akhir tahun pun sama: jatuh pada Rabu.

Persamaan itu ada hitung-hitungan ilmiahnya. Seperti halnya diungkap Kompas, kemiripan itu tidak lepas dari siklus perjalanan wakt dari tahun ke tahun yang tanpa disadari sehingga kalender 1997 sama dengan kalender 2014.

Thomas Djamaludin, Profesor Riset Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), seperti halnya ditulis Kompas, mengatakan secara umum, selalu ada kesamaan setiap 28 tahun sekali sehingga kalender tahun 2014 sama dengan kalender tahun 1986 dan akan sama dengan kalender tahun 2042.

“Angka 28 tahun sendiri berasal dari perkalian antara 4, diperoleh dari tahun kabisat yang berlangsung 4 tahun sekali dengan 7, jumlah hari dalam seminggu,” kata Thomas.

Profesor yang menekuni sistem kalender itu mengungkapkan dalam kurun waktu 28 tahun tersebut terdapat juga kemiripan antara tahun yang satu dan yang lain.

“Dalam waktu 28 tahun itu, ada kemiripan menurut pola 6-11-11-6,” ungkap Thomas yang menekuni sistem kalender ini.

“Berdasarkan pola tersebut, kalender tahun 2014 tidak hanya sama dengan tahun 1997, tetapi juga dengan tahun 2003. Ke depan, kalender tahun 2014 juga akan sama dengan kalender tahun 2025, 2031, serta tahun 2042,” ujarnya.

Kesamaan tidak hanya dijumpai pada kalender Masehi, tetapi juga pada kalender Hijriah atau kalender bulan atau penanggalan Hijriah.

“Kalender Hijriah mempunyai pola siklus sekitar 33 tahun. Jadi, bila Idul Fitri tahun 2013 jatuh pada tanggal 8 Agustus, maka Idul Fitri 33 tahun berikutnya, yakni tahun 2046, juga akan jatuh pada tanggal yang sama,” kata dia.

Pengajar jurusan astronomi di Institut Teknologi Bandung, Hakim L Malasan, mengatakan bahwa siklus 28 tahunan merupakan konsekuensi dari sistem penanggalan Gregorian atau Masehi.

“Tidak ada dampak apa pun secara astronomis karena ini fenomena pengulangan biasa,” ungkapnya.

Sumber: Kompas

Loading...