Beranda Views How To Inilah Tips Agar Kita Terhindar dari Penipuan Bisnis Batu Akik Melalui Media...

Inilah Tips Agar Kita Terhindar dari Penipuan Bisnis Batu Akik Melalui Media Online

529
BERBAGI
Batu kerikil yang dikirim oleh penjual batu yang dikirim melalui paket (dok metrojambi).

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Boomin batu akik yang merebak dari Sabang hingga Merauke, membuat bisnis batu makin marak hingga ke kampung-kampung.  Selain jual beli secara langsung, di dunia maya banyak juga komunitas toko online yang melayani jual-beli batu akik. Selain toko online, banyak pula grup penggemar batu akik yang para anggotanya saling bertukar informasi tentang batu akik. Di antara komunikasi itu, sering pula terjadi penawaran dan transaksi batu akik.

Namun, tak jarang bisnis batu akik tidak mulus. Paling banyak adalah keluhan penipuan. Misalnya, seseorang sudah deal untuk membeli sebuah batu akik milik kawan yang dikenalnya di dunia maya.  Ketika harga sudah disepakati dan uang sudah ditransger ke nomor yang disebutkan oleh penjual,ternyata batu akik pesananannya tidak kunjang datang.

Ada pula calon pembeli yang pesan bahan batu secara kiloan dan harus berujung kecewa. Hal itu terjadi karena setelah jutaan rupiah uang yang ditranfernya melayang begitu saja lantaran kiriman yang datang ke rumahnya bukan bahan batu tetapi batu kerikil.

Untuk menghindari aneka macam penipuan jual beli batu akik di dunia maya, tips berikut ini layak diperhatikan calon pembeli:

1. Bagi Calon Pembeli, Kenalilah Penjual Batu Akik
Untuk mengenali penjual batu akik di dunia maya, gampang-gampang susah. Seseorang yang terlihat aktif memasang gambar bahan batu akik dan batu akik jadi di Facebook atau blog, belum tentu dia pebisnis betulan. Bisa jadi dia adalah makela bahkan penipu. Jika penjual pengguna Facebook, Anda bisa lacak informasi di data profilnya,

2.Bagi Calon Pembeli, Verifikasilah Latar Belakang Penjual Batu Akik

Jika Anda berteman dengan penjual batu akik, cobalah verifiksi lagi data profil penjual batu akik yang akan Anda ajak bertransaksi Ceklah apakah data profilnya lengkap dan seberapa banyak orang yang Anda kenal di dunya nyata berteman di Facebook dengannya. Anda bisa verifikasi kepada kawan Anda tentang penjual batu itu tentang rekam jejaknya.

Kalau data profilnya meragukan, Anda jangan terlalu yakin bahwa dia memang pebisnis batu akik.

3. Bagi penjual batu akik, Jangan Mudah Tergiur Tawaran Tinggi

Penjual batu akik sering melakukan lelang batu akik jadi. Pemain pemula kerap tertipu karena tergiur dengan penawaran harga tinggi dari salah seorang peserta lelang. Akan lebih sial, jika batu akik terlanjur dikirimkan ke alamat si pemenang, sedangkan pemenang lelang belum mentransfer uang.
Akan lebih aman jika tahan dulu barang sampai pemenang lelang mentransfer sejumlah uang yang disepakati.

Kerap pula terjadi, peserta lelang yang sudah deal dengan harga tetapi tidak kunjung mentransfer barang. Ditunggu lama, ternyata pemenang lelang kabur entah ke mana. Padahal, saat lelang mungkin ada peserta lain yang menawar harga lebih rendah. Jika bisnis batu akik Anda membutuhkan kelancarkan sirkulasi barang dan cash flownya lancar, maka Anda akan lebih beruntung jika memilih jika memenangkan peserta lelang dengan harga penawaran yang wajar tetapi serius ingin membeli batu akik.

4. Bagi penjual batu akik, Jangan Sekali-kali Mengirimkan Barang Sebelum Pembeli Mentransfer Uang

Ini memang kasus yang terkesan bodoh. Namun, kasus ini benar-benar terjadi dan bahkan sering, Seorang penjual batu akik yang merasa sudah berteman lama di dunia maya (dan tidak pernah bertemu langsung), percaya saja ketika temannya di dunia maya akan membeli batu akik. Ketika harga sudag disepakat, si calon pembeli meminta agar batu segera dikirim ke alamat tertentu. Ia berjanji akan segera mentransfer uang sesuai kesepakatan. Namun, begitu batu dikirimkan, si pembeli langsung menghapus pertamanan di Facebook. Akhirnya, lenyaplah batu akik yang seharusnya sudah terjual dan menjadi uang tersebut.

5. Bagi Penjual dan Pembeli, Manfaatkan Pertemanan Setia 
Tips ini berlaku jika kita bertransaksi di dunia maya dengan orang yang berada di luar kota atau daerah yang berbeda. Misalnya Anda  tinggal di Lampung dan akan membeli bahan atau batu akik jadi dari Bukittinggi, tidak ada salahnya kalau Anda minta tolong kawan setia Anda atau kerabat ANda yang ada di Bukittinggi untuk mengecek barang. Kalaupun teman atau kerabat Anda tidak paham soal batu akik, setidaknya Anda sudah bisa tahu jejak calon rekan bisnis Anda di luar kota tersebut sehingga akan berguna jika sewaktu-waktu ada masalah.

6. Camkahlah: Gambar tidak Sama dengan Aslinya

Banyak kasus terjadi, seseorang yang membeli batu akik melalui media internet kecewa begitu barang yang dipesannya tiba di rumah. Ternyata, batu akik yang sudah diberi cincin itu tidak sama dengan foto yang ditawarkan di dunia maya. Untuk kasus seperti ini, setidaknya ada dua penyebabknya. Pertama, karena penjual salah mengirimkan barang. Kedua, penjual memang sengaja menipu. Untuk menghindarinya, pastikan dengan penjualnya bahwa batu yang akan dikirim adalah sama persis dengan batu yang sudah disepakati,

Kalau nilai batu akik mencapai puluhan juta, akan lebih siip kalau dalam transaksi disertai perjanjian. Ini memang tidak biasa dalam bisnis batu akik.Namun, tidak ada salahnya jika langkah ini dicoba. Caranya: buatkan surat perjanjian bermaterai. Satu untuk penjual dan satunya lagi untuk arsip Anda.

Rama Pandu/Dewira

Loading...