Beranda News Inilah Tuntutan Buruh Lampung pada Peringatan May Day 2017

Inilah Tuntutan Buruh Lampung pada Peringatan May Day 2017

399
BERBAGI
Demo peringatan May Day di Bundaran Tugu Adipura Bandarlampung, Senin (1/5/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Ratusan massa buruh dari berbagai aliansi dan elemen yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Lampung (FSBL), menggelar aksi damai memperingati hari buruh internasional (May Day) di Bundaran Tugu Adipura, Senin (1/5/2017). Dalam orasinya, mereka menuntut beberapa poin dalam peringatan hari buruh tersebut.

Tuntutan massa buruh di hari My Day tersebut adalah, cabut Peraturan Pemerintah (PP) No.78 Tahun 2015 tentang pengupahan, penghapusan sistem kerja kontrak, outsourching, dan union busting, menolak upah murah dan berikan upah layak nasional dan perlindungan sosial bagi rakyat, pendidikan, kesehatan, perumahan, kepastian kerja dan jaminan atas tanah.

Kemudian, menolak revisi UU No.13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yang mengebiri hak-hak pekerja, stop represifitas dan kebutralan aparat terhadap gerakan rakyat, lawan kapitalisasi pendidikan, stop penyempitan ruang demokrasi, nasionalisasi aset strategis yang dikuasai asing.

Massa buruh menuntut, perwujudan reforma agraria sejati, keadilan gender, melawan kesewenangan beberapa perusahaan dan menolak tenaga kerja asing ilegal.

“Tangkap, adili dan sita harta milik para koruptor,”teriak salah seorang massa aksi dri perwakilan buruh saat berorasi di bundaran Tugu Adipura, Senin (1/5/2017).

Massa buruh yang menggelar aksi May Day tersebut adalah, Federasi Serikat Buruh Lampung (FSBL) yang terdiri dari buruh PT Nestle, PT Miwon, PT Philips Seafood, PT Umas Jaya dan FSP2KI. Kemudian Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL), yakni FSBKU-KSN, EW-LMND LAMPUNG, SMI, FMN, FBTPI, LBH Bandar Lampung, KPOP, FPBI, SP-SEBAY, SPRI dan BEM Unila dan KBH Lampung.

Loading...