Inilah yang Tersisa dari Amarah Bernunsa Agama di Aceh Singkil

  • Bagikan
Kanopi HKI yang tersisa dari kebakaran kemarin. (Foto: Hotli Simanjuntak)

BANDA ACEH, Teraslampung.com- Kondisi di Aceh Singkil berangsur aman dan pulih pascabentrokan massa dan aksi pembakaran gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Desa Suka Makmur, Gunung Meriah, Aceh Singkil, Selasa (13/10) lalu.

Meski kondisi keamanan sudah mulai pulih, rasa trauma masyarakat akan bentrokan yang menewaskan warga tersebut masih menimbulkan rasa kekhawatiran yang mendalam di tengah-tengah masyarakat, baik yang beragama Nasrani maupun Muslim.

Gereja HKI Suka Makmur didirikan pada tahun 1968. Gereja ini pertama sekali dibakar pada tahun 1979 dengan kondisi seperti yang terjadi saat ini. Gereja ini juga sudah mengalami puluhan kali percobaan pembakaran, namun aksi massa pada tanggal 13 Oktober kemarin berhasil memusnahkan gereja tersebut hingga menyisakan hanya bagian kanopi depan dan mimbar dengan salib besi..

Kehidupan bersama antara umat Nasrani dan Muslim di Aceh Singkil suddah terjalin sejak lama. Bahkan beberapa gereja yang ada saat ini sudah didirikan sejak puluhan tahun silam. Namun sayangnya banyak gereja-gereja yang telah berdiri tersebut tidak memiliki izin

Kondisi di sekitar Huria Kristen Indonesia (HKI) Desa Suka Makmur, Gunung Meriah, Aceh Singkil, Rabu (14/10).

Jemaat sudah puluhan kali mengajukan izin kepada pemerintah daerah, namun tidak pernah mendapat tanggapan yang positif, hingga terjadilah aksi massa yang menghanguskan gereja tersebut.

Hotli Simanjuntak

  • Bagikan