Insentif Covid-19, Dinkes Lampung Utara dan BPK Beda Data

  • Bagikan
Jaruan Tamam

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎Jumlah tenaga kesehatan penerima insentif Covid-19 Lampung Utara diduga tidak sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan BPK tahun 2020. Perbedaan jumlah itu terjadi pada bulan Juni dan Juli 2020.

Berdasarkan keterangan mantan Kepala Seksi Sumber Daya Manusia ‎Kesehatan Dinas Kesehatan Lampung Utara, Jaruan Tamam di hadapan Sekretaris Dinas Kesehatan, Hendri US, tenaga kesehatan penerima insentif ‎yang menangani Covid-19 pada bulan Juni berjumlah 109 orang, sedangkan total tenaga kesehatan penerima insentif yang sama di bulan Juli berjumlah 31 orang..

“‎Total anggaran insentif untuk bulan Juni 562.453.000. Untuk bulan Juli, total anggarannya sebesar Rp142.500.000,” kata Jaruan, Senin (1/3/2021).

Menariknya, apa yang disampaikan oleh Jaruan itu ternyata tidak sesuai dengan LHP BPK. Untuk bulan Juni, realisasi jumlah tenaga kesehatan penerima insentif ada 127 orang dengan total angaran sebesar Rp562.483.000. Adapun untuk bulan Juli, total tenaga kesehatannya hanya 37 orang dengan anggaran sebesar Rp142.500.000..

Merujuk pada data LHP ‎dengan nomor LHP : 39/LHP/XVIII.BLP/12/2020 itu maka terdapat selisih jumlah tenaga kesehatan sebanyak 24 orang (Juni-Juli). ‎Lucunya lagi, total anggaran untuk kedua bulan tersebut ternyata lebih besar atau sama meski jumlah tenaga kesehatannya lebih sedikit dari hasil audit BPK.

Terkait selisih jumlah tenaga kesehatan tersebut, Jaruan berkilah bahwa selisih penerima insentif itu tidak pernah mer‎eka bayarkan. Padahal, jelas – jelas bahwa dalam LHP tersebut disebutkan bahwa jumlah tenaga kesehatan yang telah menerima insentif bulan Juni – Juli berjumlah 164 orang.

“‎Enggak. Enggak kita bayarkan itu. Kita takut ada indikasi merugikan keuangan negara, sebaiknya mendingan kami cancel (batalkan) aja seperti itu,” kelitnya lagi.

‎Adapun mengenai berapa total anggaran insentif yang diberikan berikut jumlah tenaga kesehatan yang menerimanya, Jaruan menyebutkan, insentif yang telah disalurkan sebesar Rp9,2 Miliar. Anggaran itu diberikan pada 1.857 tenaga kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

“Dari pagu Rp13,7 Miliar, yang terserap hanya Rp9,2 Miliar,” kata dia.

stelah konten
  • Bagikan