Inspektorat Mengaudit Dana Covid-19 yang Dikelola BPBD Kota Bandarlampung

  • Bagikan
Kepala Inspektorat Kota Bandarlampung M. Umar
Kepala Inspektorat Kota Bandarlampung M. Umar

TERASLAMPUNG.COM — Inspektorat Kota Bandarlampung melakukan audit di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penggunaan dana Covid-19 yang dikelola oleh badan tersebut setelah sekretarisnya dipindahtugaskan.

“Benar, kami  sedang melakukan audit atas permintaan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD setelah Sekertaris BPBD saudara Riski dinonjobkan,” jelas Kepala Inspektorat M. Umar, Rabu, 8 September 2021.

Umar menambahkan audit saat ini sedang berjalan dan nantinya hasil audit tersebut akan diserahkan kepada Kalak BPBD sebagai end user-nya.

“Minggu-minggu ini auditnya selesai dan akan kami serahkan kepada Kalak BPBD. Soal anggaran Covid-19 yang dikelola kisarannya Rp1 milar lebih dan penanggungjawab anggarannya Sekertaris BPBD yang posisinya sekarang nonjob,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bandarlampung Syamsul mengakui pihaknya meminta inspektorat untuk melakukan audit internal sebelum BPBD diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Sekertaris kan sudah pindah, kalau ada penggantinya sudah tidak direpotkan lagi. Selain itu kita kan diaudit oleh BPK, sebelum BPK melakukan audit baiknya kita minta inspektorat untuk melakukan audit,” katanya.

Sementara itu, mantan Sekertaris BPBD Kota Bandarlampung M. Riski mengaku pemberhentiannya sebagai dampak kerumunan yang berada di depan kantornya di jalan Kapten Tandean.

“Saya sekarang pindah di kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, mungkin dampak adanya keramaian di depan kantor dan dilihat walikota,” ujarnya.

Sumber teraslampung.com BPBD Kota Bandarlampung sering terlambat menyerahkan laporan keuangannya dampaknya badan tersebut akan kerepotan mengikuti aturan yang ada.

“Laporan keuangannya sering terlambat sementara laporan berikutnya sudah menunggu. Ini kacau,” katanya.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan