Beranda News Intan Sempat Lemparkan Selimut Basah ke Tubuh Adik Bayinya yang Terbakar

Intan Sempat Lemparkan Selimut Basah ke Tubuh Adik Bayinya yang Terbakar

397
BERBAGI
Maya, tetangga Buang Sotono, menuturkan peristiwa memilukan yanhg dialami bayi bernama Nuryati.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Peristiwa tragis menimpa keluarga Buang Sutono (54). Nuryati, buah hatinya yang masih berusia satu bulan 20 hari, meninggal dunia setelah terpanggang api di dalam rumahnya di Jalan Badarudin II RT 02, Kelurahan Susunan Baru, Tanjungkarang Barat, Minggu (26/2/2017) pagi.

Kejadian tersebut, mengakibatkan trauma yang mendalam yakni bagi Intan (20), anak sulung dari Buang Sutono. Karena saat kejadian, Intan menyaksikan sendiri bagaimana adik bungsunya tersebut terbakar api.

“Saat kejadian itu, Intan sempat tak sadarkan diri (pingsan) sampai tiga kali. Kondisinya dia (Intan) saat ini, masih trauma dan menangis,”kata tetangga korban, Maya (36) kepada teraslampung.com saat diwawancarai di rumah duka, Minggu (26/2/2017).

Maya menceritakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, saat itu Buang dan Wagiyati (istrinya) sedang pergi belanja keperluan sehari-hari ke Pasar Tani, Kemiling. Mereka meninggalkan buah hatinya, Nuryati di rumahnya bersama anak sulungnya Intan (20).

“Saat itu Intan sedang mencuci pakaian di belakang rumah, adiknya Nuryati yang masih bayi ini berada di dalam kamar,”ujarnya.

Dikatakannya, ketika Intan menjemur pakaian, dilihatnya ada kepulan asap tebal dari dalam rumahnya. Lalu Intan masuk ke dalam rumah mengecek asal asap tersebut, selain intan ia juga melihat adanya kepulan asap. Namun ia mengira, asap iti berasal dari sampah yang dibakar.

Ternyata asap tebal tersebut, kata Maya, berasal dari dalam kamar tempat Nuryati tidur. Begitu Intan masuk ke dalam kamar, dilihatnya ada api yang menyala diatas kasur tempat Nuryati adeknya tidur.

“Intan berusaha menyelamatkan adeknya, dengan melemparkan kain selimut yang sudah dibasahi air ke api diatas kasur. Tapi api tersebut, tetap terus membesar,”ucapnya.

Karena apinya tidak padam, Intan lari ke luar rumah dan teriak-teriak minta pertolongan para tetangga. “Tolong om, tolong adik saya dan rumah saya kebakaran,”, teriak Intan tersebut didengar dirinya dan suaminya Robi (40). Melihat Intan menjerit minta tolong, Suaminya Robi yang saat itu akan pergi keluar rumah, langsung berlari menuju ke rumah pak Buang (korban)yang hanya berjarak sekitar 80 meter dari rumahnya.

“Suami saya langsung masuk kamar, dan melihat api sudah besar diatas kasur. Saat itu juga, suami saya mengambil air yang berada di ember langsung menyiramkannya ke atas kasur yang terbakar hingga berkali-kali,”ungkapnya.

Kemudian, saat Intan terbangun dari pingsannya mengatakan, “Om tante adek, tolong adek, tolong adek ada di dalam” lalu Intan jatuh pingsan lagi.
Begitu api sudah padam, Maya yang ikut masuk ke dalam kamar dengan para tetangga lainnya, melihat ada kaki anak kecil yang sudah hangus terbakar.

“Saat itulah semua yang ada di tempat itu kaget, dan baru menyadari ternyata di dalam kobaran api yang sudah di padamkan itu ada anak perempuan pak Buang yang masih bayi,”terangnya.

Saat itu juga, mereka langsung membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM). Lalu tetangga lainnya, menghubungi pak Buang dan istrinya yang masih berada di Pasar Tani. Mendapat kabat itu, pak Buang dan itrinya langsung pergi ke RSUAM untuk melihat kondisi bayinya bernama Nuryati.

“Karena luka bakar yang cukup parah dialami Nuryati, akhirnya Nuryati meninggal dunia setelah beberapa jam mendapatkan pertolongan medis di ruangan IGD RSUAM,”pungkasnya.