Beranda News Nusantara Integrasi Pembayaran Jalan Tol, 4 Gerbang Tol akan Dihapus Sepanjang Cikarang Utama...

Integrasi Pembayaran Jalan Tol, 4 Gerbang Tol akan Dihapus Sepanjang Cikarang Utama Sampai Brebes

291
BERBAGI
Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hediyanto W. Husaini (dua dari kiri) memantau jalan tol dalam rangka persiapan mudik Lebaran 2016.

TERASLAMPUNG.COM- Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hediyanto W. Husaini mengatakan akan memberlakukan integrasi pembayaran di sepanjang jalan tol 270 KM yang membentang dari Jakarta (Pintu Cikarang Utama) – Brebes Timur.

Hal ini diungkapkan Hediyanti saat melakukan pemantauan jalan jelang arus mudik Lebaran, belum lama ini Turut serta dalam tinjauan tersebut adalah Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery Trisaputra Zuna, dan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) IV Bambang Hartadi.

Hediyanto mengatakan, integrasi ini dimaksudkan untuk menjaga kapasitas jalan tol sesuai desainnya, bahkan ketika dalam kondisi padat kala arus mudik. Diketahui bahwa saat ini jumlah gerbang tol dari Cikarang Utama hingga Brebes Timur terdapat 7 gerbang tol, jumlah inilah yang akan dikurangi menjadi 3. Hal ini dilakukan guna mengurangi antrian kendaraan di gerbang tol.

“Yang tadinya 7 gerbang tol nanti akan tinggal 3. Jadi kita akan tutup 4 gerbang tol di Cikopo, Plumbon, Ciperna, dan Mertapada.” jelas Hediyanto. Sementara itu, Kepala BBPJN IV Bambang Hartadi mengungkapkan, sebelum kebijakan ini diterapkan, pada pertengahan bulan Juni akan diberlakukan uji coba terlebih dahulu.

“Jauh sebelum lebaran akan kita simulasi kurang nya apa sekaligus juga sosialisasi pada masyarakat. Mengenai tarifnya akan diakumulasikan di gerbang tol keluar,” katanya.

Tol Pejagan – Brebes Timur Rampung

Hediyanto menyambut gembira rampungnya pekerjaan jalan tol Pejagan – Brebes Timur dan siap dioperasikan. Selesainya tol sepanjang 26 Km ini diharapkan memberikan pengaruh besar pada kenyamanan pemudik. Pasalnya pada tahun lalu, permukaan jalan masih berupa jalan tanah.

Meski begitu, Hediyanto mengakui perlu ada perhatian khusus pada persimpangan gerbang keluar Brebes Timur dengan jalan nasional. Dari pantauan langsung, lebar persimpangan dan jalan nasional yang ada tampak tidak imbang. Menurutnya harus ada fokus tertentu bagaimana mengatur lalu lintas di persimpangan tersebut. Ia hanya berharapan sebagian besar kendaraan sudah tersebar sehingga penumpukan kendaraan bisa dikurangi.

“Tapi itu akan menjadi botle neck kita tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan itu sudah bisa dilewati. Ya kita lihatlah memang perbaikan ini tidak bisa semua bisa selesai. Ada yang sedang dikerjakan, sudah selesai tahun depan akan lebih baik lagi,” ungkapnya.

Ditjen Bina Marga juga akan membuka jalur alternatif di jalur Lingkar Utara Kota Tegal sepanjang 2,8 Km sebagai antisipasi kemacetan arus mudik karena lonjakan kendaraan dari exit tol Brebes Timur di Kota Tegal. Sebagian jalur ini sudah diaspal beton tepatnya dari Jalan Mataram (kota) hingga persimpangan Jalingkut sementara sisanya belum diaspal serta minim penerangan dan rambu-rambu.

Sementara itu dari pemantauan mengenai kondisi jalan tol sepanjang 270 km dari Jakarta (Cikarang Utama) hingga Brebes Timur, Dirjen Bina Marga mengaku persiapannya sudah lebih baik. Sebagai contoh Tol Kanci-Pejagan yang dulu biasanya ada pekerjaan selama bulan puasa, saat ini pekerjaan perbaikan sudah mencapai 95%.

“Jadi tinggal pekerjaan yang tidak penting saja di Tol Kanci-Pejagan dan Tol Cipali ada sedikit pekerjaan pemeliharaan,” jelas Hediyanto.