Beranda Hukum IPW Desak Polri Usut Pemalsuan Situs Berita

IPW Desak Polri Usut Pemalsuan Situs Berita

189
BERBAGI
Neta S. Pane (dok)
JAKARTA, Teraslampung.com – Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S
Pane, mendesak Kepolisian RI (Polri) guna segera mengusut kasus pemalsuan situs
berita online yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.  
Menurut Neta, pemalsuan situs berita itu
termasuk kejahatan serius karena isi situs berita palsu bertolak belakang
dengan kebijakan redaksi situs berita yang dipalsukan.

Beberapa
situs berita online Indonesia yang dipalsukan dan diisi dengan berita fiktif
tersebut itu antara lain kompas.com, antaranews.com, detik.com, tempo.co, tribunnews.com, dan juga inilah.com. Situs palsu ini menggunakan URL
tambahan berupa “–news.com”. Pemalsuan situs berita itu mulai
terjadi beberapa hari sebelum KPU menetapkan hasil Pilpres 2014.

“Masyarakat
pers nasional harus bersatu menghadapi kejahatan (penjahat) baru di dunia pers
ini, agar pers nasional tidak terus menerus menjadi bulan-bulanan orang tak
bertanggung jawab,” kata mantan wartawan Rakyat Merdeka, melalui siaran
persnya, Selasa (29/7).

Selain
merugikan berita online, menurut Neta, aksi pemalsuan ini bisa mengadu domba
antar masyarakat pers dengan pihak-pihak tertentu. Dari penampilan dan isi
berita di situs yang dipalsukan itu, terlihat bahwa pelaku adalah pendukung
salah satu Capres 2014 tertentu.

“Dan
sang pelaku sangat terobsesi agar Capres-nya bisa menang di Pilpres 2014. 
Sehingga pelaku bermata gelap untuk memutarbalikkan fakta berita, dan juga
menyerang pihak-pihak yang dianggap merugikan Capres-nya, dengan berita-berita
bohong,” katanya menuturkan.

Sebelumnya,
dalam pemberitaan media, memang ada beberapa situs berita online Indonesia
dipalsukan dan diisi dengan berita fiktif. Situs palsu ini menggunakan URL
tambahan berupa “–news.com”. Misalnya, tempo.co dipalsukan menjadi
tempo.com–news.com.

Begitu
juga dengan liputan6.com menjadi liputan6.com–news.com. Semua berita palsu
yang ditampilkan dalam situs-situs tersebut berisikan soal hasil Pilpres 2014.
Misal, di situs tempo.com–news.com ada berita berjudul “37 Hacker Korea
dan Cina Gelembungkan 4 Juta Suara Golput”. Padahal, di situs aslinya, tempo.co, tak ada berita
berjudul seperti itu.

Ada juga berita
“Ketua KPU Ditetapkan Tersangka”, padahal tak pernah ada lembaga
hukum menetapkan Husni Kamil Manik (Ketua KPU RI) sebagai tersangka. Situs
palsu ini memiliki penampakan seperti blog.

Situs
berita online palsu tersebut tampak sangat berbeda dengan situs yang aslinya,
karena secara jelas tidak dilengkapi dengan logo dari masing-masing media.
Begitupun kanal berita yang juga tampak tak ada atau tak dicantumkan dalam
situs palsu tersebut. 

Loading...