Beranda News Nasional IPW Sebut Penyiram Air Keras Novel Baswedan Adalah Brimob Berpangkat Brigadir

IPW Sebut Penyiram Air Keras Novel Baswedan Adalah Brimob Berpangkat Brigadir

543
BERBAGI
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan membesuk penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang tengah dirawat di rumah sakit. Novel menjadi korban penyiraman air keras usai melaksanakan salat subuh, Selasa (11/4/2016) . Foto: Istimewa

TERASLAMPUNG.COM — Koordinator Indonesia Police Watch, Neta S. Pane, mengatakan pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan merupakan anggota kepolisian. Salah satunya berpangkat Brigadir.

“IPW mendapat informasi A1 bahwa terduga pelaku penyerangan Novel adalah anggota Polri dari Brimob, Kelapa Dua, Depok. Terduga Pelaku berpangkat brigadir itu adalah pelaku tunggal. Dia menyerang Novel dengan air aki mobil yang sudah dicampur air, yang dia siapkan sebelumnya,” kata Neta lewat siaran pers pada Jumat, 27 Desember 2019.

Kapala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan penangkapan dua tersangka penyiram penyidik KPK Novel Baswedan dibantu oleh Kesatuan Brimob. Tim Teknis kasus Novel dan Brimob menangkap RB dan RM.

Menurut Komjen Listyo, RB dan RB sebut Listyo adalah anggota polisi aktif. Mereka ditangkap pada  Kamis malam (26/12/2019) malam di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

“Tadi malam kami tim teknis bekerjasama dengan Kakor Brimob telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman saudara NB (Novel Baswedan),” kata Listyo Sigit di Polda Metro Jaya, Jumat (27/12/2019).

Sementara itu Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono menyebutkan keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka sudah ditahan di Polda Metro Jaya. (Mereka) Masih akan diperiksa,” kata Argo.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md mengatakan polisi telah menangkap dua orang terduga penyerang penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Saya sudah dengar. Kabarnya dua. Bagus,” kata Mahfud di kantornya pada Jumat, 27 Desember 2019. Tempo masih berusaha mengonfirmasi informasi ini kepada polisi.

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada 11 April 2017. Ia diserang sepulang dari salat subuh berjamaah di Masjid Ihsan di dekat rumahnya. Akibatnya, dua mata Novel terancam buta. Mata kirinya rusak hingga 95 persen, dan harus menjalani operasi berkali-kali di Singapura.

Laporan medis Novel dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura, pada 26 Mei 2017, mencatat bahwa Novel pertama kali datang ke klinik itu pada 12 April 2017. Saat itu, Novel dipindahkan setelah menjalani perawatan karena cedera kimia asam sulfat di Jakarta Eye Centre pada 11 April, pukul 5 pagi.

Laporan medis itu juga menuliskan ada luka bakar ringan sampai sedang pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat. Cedera kimiawi melibatkan kedua mata. “Ketajaman visualnya masing-masing adalah 6/24 dan 6/15 pada mata kanan dan kiri,” tulis laporan medis itu.

Tempo | BBS

Loading...