Ir. Sutono: Tak Ada Kata “Patah Semangat” untuk Hidupkan Malioboro Kalianda

  • Bagikan

Iwan J Sastra/Teraslampung.com

KALIANDA – Komunitas Syimphoni Bangsa (KSB) Lampung Selatan, nampaknya tidak patah semangat untuk terus menghidupan tempat jajanan dan hiburan masyarakat (Malioboro Kalianda, red) yang berlokasi diseputaran Tugu Tupping Lampung, di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kalianda, meski keberadaan tempat kongkow-kongkow tersebut masih minim pedagang dan pengujung.
 
Untuk menghidupkan suasana Malioboro Kalianda dengan ramainya pengujung dan pedagang setiap malam akhir pekan itu. Pengurus dan anggota KSB Lamsel, saat ini tengah menyiapakan konsep event pertunjukan yakni Festival Band dan Stand Up Comedy yang akan dihelat dipanggung terbuka kawasan Malioboro Kalianda secara terjadwal.
   
Pembina KSB Lamsel Ir. Sutono, MM mengakui, meski kawasan Malioboro Kalianda sejauh ini masih minim pedagang dan masyarakat yang berkunjung, pihaknya tidak berkecil hati dan patah semangat. Sebab menurutnya, untuk menciptakan sesuatu agar menjadi besar dan dikenal secara luas, itu memang butuh sebuah kesabaran dan perjuangan.
 
 “Saya selaku pembina KSB, tentunya merasa bangga terhadap pengurus dan anggota KSB Lamsel yang sampai saat ini masih terus berjuang dan berupaya untuk bisa mengembangkan kawasan Malioboro Kalianda. Memang untuk memulai sesuatu agar bisa membuahkan hasil yang maksimal, itu membutuhkan kerja keras dan upaya. Artinya, tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujar Pak Tono (sapaan akrab Sutono, red), saat ditemui Teraslampung.com, diruangkerjanya, Selasa (11/11).
 
Sekretaris Kabupaten Lamsel ini mengungkapkan, jika diibaratkan bayi kemunculan Malioboro Kalianda ini memang masih dalam tahap menyusun pertumbuhan. Oleh karena itu, para pengurus dan anggota KSB Lamsel,  secara perlahan akan berupaya membentuk kawasan Malioboro Kalianda yang selayaknya, seperti mendirikan kios-kios dagangan baik makanan maupun souvenir di jalur trotoar sepanjang Jalan Zainal Abidin Pagar Alam (ZAP) Kalianda, lahan parkir disepanjang jalur kawasan Malioboro Kalianda yang dimulai dari Tugu Tupping Lampung dan Tugu Adipur, serta panggung hiburan terbuka.
 
“Sampai sejauh ini kawasan Malioboro Kalianda memang belum dilakukan lounching secara besar-besaran, karena masih dalam tahap pertumbuhan dan penataan. Insyaallah lounching besarnya akan dilaksankan pada tanggal 11 Maret 2015 bertepatan dengan peringatan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Mengapa dilounchingnya Malioboro Kalianda dibarengi dengan peringatan Supersemar?, karena Supersemar menyimpan sejarah penting,” katanya.

  • Bagikan