Beranda News Pusiban Irjen Kemendag Resmikan Gudang Pendukung Sistem Resi di Tanggamus

Irjen Kemendag Resmikan Gudang Pendukung Sistem Resi di Tanggamus

223
BERBAGI
Irjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih didampingi Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan dan Sekdaprov Lampung Arinal Djunaidi meresmikan gudang pendukung sistem resi gudang di Desa Tekad, Kecamatan Pulau Panggung Tanggamus, Jumat (29/5/2015).

TANGGAMUS, Teraslampung.com – Inspektur Jenderal  Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih meresmikan gudang pendukung sistem resi gudang di di Pekon (Desa) Tekad, Kecamatan Pulau Panggung  Kabupaten Tanggamus, Jumat (29/5).

Acara yang dibuka oleh Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan itu dihadiri Sekda Provinsi Lampung Arinal Djunaidi,  Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Adeham, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Bachtiar Basri dan segenap pejabat eselon dan staf Pemkab Tanggamus.

Irjen berharap dengan adanya gudang untuk mendukung sistem resmi diharapkan harga berbagai komoditas di Lampung, khususnya di Tanggamus, bisa lebih baik dan menguntungkan petani.

Sementara itu, Gubernur Lampung dalam sambutan yang dibacakan Sekdaprov Arinal Djunaidi mengatakan Provinsi Lampung merupakan daerah penghasil utama beberapa komoditi pertanian, khususnya beras, kopi, lada, kakao, tebu, padi, jagung, ubi kayu dan sapi potong. Hal ini tercermin dari kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto ( PDRB) sebesar 36,8%.

Memperhatikan potensi dan kontribusi komoditi pertanian Provinsi Lampung baik skala regional maupun nasional sudah sepantasnyalah Pemerintah Pusat memberikan perhatian yang lebih kepada Pemerintah Provinsi Lampung melalui pembangunan sarana dan prasarana perdagangan, antara lain dengan pembangunan gudang dengan sistem resi gudang.

“Demgan sistem resi gudang diharapkan mampu menahan harga agar berada pada tingkat wajar dan menjawab kendala penguatan harga hasil komoditi pertanian serta memberikan manfaat bagi pengusaha kecil, petani dan kelompok tani untuk mengakses permodalan serta memberikan nilai tambah terhadap komoditi pertanian,” kata Gubernur.
.
Gubernur Lampung juga mengharapkan dengan operasionalnya gudang dengan sistem resi gudang ini dapat menjadi pembelajaran dan meningkatkan pemahaman terhadap fungsi dan manfaat sistem resi gudang dimaksud sehingga kita dapat bahu membahu membantu masyarakat khsusnya petani.

Sistem Resi Gudang mulai di kenal di Indonesia sejak 5 tahun terakhir. Sebelum muncul Undang-Undang no 9 Tahun 2006 Tentang Sistem Resi Gudang banyak dikenal berbagai macam terobosan yang ditempuh baik oleh pemerintah maupun pelaku usaha dalam sistem tata niaga komoditi pertanian.

Beberapa di antaranya yang hampir mirip dengan Sistem Resi Gudang adalah sistem tunda jual, gadai gabah, dan yang terakhir adalah CMA (Collateral Management Agrement). Jika ditinjau dari kelengkapan infrastrukur sistem dan keamanannya Sistem Resi Gudang merupakan Sistem yang paling aman dan canggih jika dibandingkan dengan beberapa sistem yang pernah ada di Indonesia. Dalam Sistem Resi Gudang terdapat jaminan keamanan bagi perbankan karena semua data penatausahaan Resi Gudang terpusat di Pusat Registrasi dan diawasi oleh Badan Pengawas (BAPPEBTI).

Loading...