Beranda Teras Berita Isbedy Stiawan ZS Luncurkan Dua Antologi Puisi

Isbedy Stiawan ZS Luncurkan Dua Antologi Puisi

179
BERBAGI
Gambar sampul dua antologi puisi terbaru Isbedy Stiawan ZS (Foto: Istimewa)

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com —Penyair Lampung Isbedy Stiawan kembali meluncurkan buku antologi puisi. Tidak tanggung-tangggung, dua antologi puisi diluncurkan penyair berjuluk “Paus Sastra Lampung” pada awal  2016 ini.

Dua antologi puisi itu berjudul  November Musim Dingin dan Melipat Petang ke Dalam Kain Ibu. Keduanya diterbitkan oleh penerbit lokal Siger Publisher, Lampung.

Menurut Isbedy, November Musim Dingin merupakan sehimpun sajak yang ia tulis selama perjalnan hampir satu bulan di Belanda dan Belgia. Itu adalah puisi-puisi terbaru Isbedy buah perjalanannya ke Belanda dan Belgia, belum lama ini.

“Saya memang berniat jika di Eropa akan menulis puisi tema apa saja,” kata Isbedy, Kamis (11/2/2016) siang.

Sehimpun sajak November Musim Dingin berisi 51 puisi beraroma Belanda dan Belgia. Puisi-puisi perjalanan Isbedy hampir sebulan di dua negara Eropa itu tak hanya berbicara soal dingin, namun “manusia” Eropa umumnya.

Dalam buku yang didesain Arya Winanda itu, juga disertakan esai pembuka yang amat puitik. Esai tersebut, menurut Isbedy, semula sebagai laporan tiap hari di Belanda dan ditayangkan di media online Jejamo dan inilampung.

“Tapi, sudah dilakukan editing untuk keperluan pengantar buku saya ini,” jelas dia lagi.

Sementara kumpulan puisi Melipat Petang ke Dalam Kain Ibu adalah puisi-puisi yang ditulisnya sejak 2014 sampai 2016.

“Puisi-puisi dalam buku ini temanya beragam, namun titik besar adalah soal ibu, warna lokal, dan peradaban,” imbuh dia.

Kedua buku puisi Isbedy Stiawan ZS yang diterbitkan Siger Publisher, Lampung, itu atas dukungan penuh dari Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri. Maklum, Bachtiar Basri selama ini juga dikenal sebagai pencinta seni. Ia juga melukis.

Menurut Isbedy, kedua buku puisi Isbedy tersebut akan diluncurkan pada Maret mendatang oleh Yayasan Tendean Tujuh.

“Dijadwalkan minggu pertama atau kedua Maret 2016,” kata Isbedy.

Isbedy berharap, peluncuran kedua buku puisinya ini mendapat sambutan dari pecinta sastra, pemerhati seni, pengamat, dan masyarakat luas.

Isbedy mengaku terbitnya buku itu juga tak lepas dari dukungan Yayasan Tendean Tujuh. “Khususnya Himawan Imron dan Endri Y Kalianda yang ingin meluncurkan kedua buku tersebut. Teman-teman di Tendean Tujuh sangat apresiatif, dan saya berterima kasih sangat,” kata dia.

Lebih lanjut Isbedy mengatakan, kedua buku puisi itu sebagai bentuk bahwa penyair tak akan mati. Menurutnya, tugas penyair adalah berkarya untuk menghindari yang menjurus intrik dan politik.(*)

Penyunting: Mas Alina Arifin