Beranda News Anakidah Iseng “Mancing” dengan Dompet, Sepeda Motor ABG di Kotabumi Dibawa Kabur Begal

Iseng “Mancing” dengan Dompet, Sepeda Motor ABG di Kotabumi Dibawa Kabur Begal

1927
BERBAGI
Ilustrasi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Iseng – iseng berbuah petaka. Inilah yang dialami oleh CF (16), HN (16), dan SR (14) serta DS (14) ‎saat iseng bermain di kompleks Islamic Center, Kotabumi, Lampung Utara, Senin (5/12/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibat keisengan para ABG (anak baru gede) itu, sepeda motor Honda Beat BE 4226 JT milik salah satu di antara mereka justru dibawa kabur oleh dua kawanan begal motor.

Petaka keempat kawanan itu berawal dari keisengan mereka mengumpan dompet yang diikat dengan senar pancing. Dompet yang mereka ikat itu kemudian mereka lemparkan di Jalan Karel Satsuit Tubun yang berada persis di samping Kompleks Islamic Center.

“Dompet itu kami ikat dengan senar pancing dan ditaruh di Jalan K.S. Tubun. Yang main itu cuma kami tiga, DS lagi main sepeda di sekitar lokasi,” kata CF usai melapor di Polres, Senin (5/12/2016) sekitar puku‎l 21.30 WIB.

Celakanya, dua pelaku begal yang mengendarai sepeda motor Honda Beat itu melintas di lokasi dan tertarik untuk mengambil dompet yang telah diikat dengan senar pancing yang sepintas tak terlihat oleh mata. Saat dompet itu akan diambil oleh salah seorang ‎pelaku, salah seorang dari keempat remaja itu menarik tali yang mereka pegang dari arah dalam kompleks.

“Pelakunya muncul dari arah dalam,” tuturnya.

Tak ayal, kedua pelaku begal itu menjadi malu la‎ntaran mengetahui telah menjadi korban kejahilan ketiga remaja tersebut. Merasa telah dijahili, kedua pelaku lantas bergegas meninggalkan lokasi. Namun, mungkin karena masih dongkol atau apa, kedua pelaku ternyata mendatangi ketiga remaja itu selang 15 menit kemudian.

“Waktu mereka datang, kami langsung lari untuk bersembunyi,” kata dia.

Singkat cerita, keempat remaja itu berhasil diku‎mpulkan dan dimarah – marahi oleh kedua pelaku. Bahkan, CF sempat dihujani pukulan di bagian wajah dan leher oleh salah seorang pelaku yang mengenakan topi, dan berjaket serta berperawakan kurus. Kedua pelaku juga menunjukan senjata api dan senjata tajam yang mereka selipkan di pinggang mereka.

“Lalu, mereka ‎meminjam motor DS dengan alasan akan membawa kami ke rumah masing – masing untuk menjelaskan kepada orang tua mereka ihwal kejahilan yang diperbuat. DS tetap tinggal di lokasi karena memang enggak ikut ngerjain mereka,” jelasnya.

Namun, ternyata kedua pelaku yang membawa ketiga remaja tersebut‎ dengan dua sepeda motor malah membawa ketiganya ke Dusun Alang – Alang ‎Lebar, Kota Alam. Di lokasi itulah, para pelaku mengancam ketiga remaja itu dengan senjata api dan senjata tajam untuk menyerahkan HP mereka.

Setelah berhasil mengambil kedua HP korban, para pelaku membawa kabur sepeda motor DS dan meninggalkan ketiganya di lokasi nahas tersebut.

“Saya ditodong pakai senjata tajam tapi masih belum saya kasih HP saya. Saat pelaku yang bertopi menodongkan senjata apinya, ‎barulah saya kasih HP saya,” kisah CF.

Ketiga remaja itu pun terpaksa berjalan kaki sekitar lima belasan Kilometer menuju kompleks Islamic Center, tempat DS menunggu. Mereka sempat bertanya kepada warga sekitar ke mana arah para pelaku melarikan motor mereka. Pelaku ternyata menghilang ke arah Jalur Dua, Kebun Empat, Kotabumi.

“Kami jalan kaki sampai ke Islamic untuk menjelaskan kepada DS apa yang kami alami,” terang ketiganya.

‎Di lain sisi, DS baru menyadari jika sepeda motor miliknya telah dibawa kabur kedua pemuda yang sempat memarah – marahi rekan – rekannya tersebut saat ketiga rekannya pulang dengan jalan kaki. Menurutnya, ketiga rekannya tiba di Kompleks Islamic Center sekitar pukul 16.30 WIB.

“Saat kaget kok mereka nyampai ke Islamic dengan jalan kaki. Ternyata, ‎motor saya sudah dibawa kabur para pelaku,” kata dia.‎

Kini, kasus perampasan motor berikut dua unit HP dengan nomor laporan : STPL / 1080 / XII / 2016/ Polda Lampung/ SPKT RES LU tersebut telah ditangani Polres Lampung Utara. Sayangnya, belum ada pihak Polres yang berhasil dihubungi terkait persoalan ini.

Loading...