Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Islamic Center Kotabumi Ingin “Disulap” Jadi Tempat Rekreasi Keluarga

Islamic Center Kotabumi Ingin “Disulap” Jadi Tempat Rekreasi Keluarga

390
BERBAGI
Taman Islamic Center Kotabumi.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Pemkab Lampung Utara ternyata telah lama menyimpan hasrat untuk ‘menyulap’ kawasan Islamic Center Kotabumi ‎sebagai salah satu tempat rekreasi keluarga yang menarik untuk dikunjungi.

Sayangnya, belum adanya titik temu dari sejumlah instansi terkait maka rencana tersebut tidak pernah terealisasi hingga kini. Padahal, rencana itu sudah digaungkan sejak tahun 2017 silam.

“Konsep untuk menyulap taman – taman di sana (Islamic Center) sudah dibuat sejak tahun 2017 lalu. Sayangnya, hingga kini rencana itu belum dapat terealisasi,” tutur Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Lampung Utara, Syahrizal Adhar, Selasa (15/1/2019).

Tarik ulur tentang siapa pihak yang akan mengelola secara penuh kawasan taman itu merupakan kendala utama gagalnya rencana tersebut. Padahal, jika terealisasi niscaya kawasan tersebut akan mampu menjadi salah satu alternatif tempat wisata atau rekreasi bagi para keluarga.

Rencananya, pagar pembatas di bagian depan akan dihilangkan‎ dan akan diperluas hingga ke area Pasar Sentra Kotabumi. Dengan demikian, taman – taman ini akan juga mampu dijadikan sebagai area beristirahat bagi para supir yang lelah dalam perjalanan.

“Jika terealisasi maka efek dominonya akan banyak para pelaku usaha kecil yang menjajakan dagangannya (dan mampu meminimalisir potensi perbuatan asusila)” kata dia.

Sebelumnya, kawasan Islamic Center Kotabumi kerap dijadikan sebagai kawasan pelampiasan syahwat dari para Anak Baru Gede. Padahal, kawasan itu notabenenya kawasan religius yang sudah selayaknya lebih dihormati dan bukannya dijadikan sebagai tempat asusila.

Warga sekitar menyarankan Pemkab Lampung Utara untuk lebih menghidupkan kawasan Islamic Center Kotabumi dengan menjadikannya sebagai kawasan wisata religi atau tempat wisata keluarga.

Dengan banyaknya para pengunjung secara otomatis para pasangan ABG akan berpikir dua kali untuk berbuat asusila di lokasi itu. Selama ini, mereka bebas melakukannya karena kawasan dengan luas sekitar 3,2 Ha itu terbilang sepi.

Loading...