Ismet Roni Apresiasi Peningkatan Produksi Beras Lampung

Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM —  Anggota DPRD Lampung dari Partai Golkar, Ismet Roni, mengapresiasi kinerhe Gubernur Arinal Djunaidi karena mampu meningkatkan produksi bers. Peningkatan produksi beras tersebut sebelumnya mendapatkn apressiasi dari Menteri Pertanian.

“Selamat ya atas pencapaian tersebut. Kami memberikan apresiasi yang bagus,” kata Ismet, Selasa (5/3/2024).

Menurut Ismet, Provinsi Lampung saat ini menjadi salah satu lumbung padi di luar Pulau Jawa. Untuk mempertahankannya, harus ada kerja keras dari berbagai pihak.

“Persoalan petani harus mendapatkan prioritas sehingga produksi beras terjaga,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mendapatkan apresiasi dari Menteri Pertanian karena bisa meningkatkan produksi beras.

Apresiasi itu disampaikan saat Arinal menghadiri Rapat Koordinasi pengamanan pasokan dan harga pangan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa Ramadan dan Idul Fitri 2024, yang digelar oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama pemerintah pusat lintas Kementerian/Lembaga di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Senin (4/3/2024).

Pada kesempatan tersebut Gubernur Arinal menyampaikan kepada Mendagri Tito Karnavian bahwa Lampung merupakan Provinsi penghasil beras 3.2 juta ton per tahun, dimana kebutuhan beras penduduk Lampung hanya berkisar 1.2 juta ton, sedangkan 2 juta ton sisanya dapat didistribusikan kepada Provinsi lain di Sumatera, termasuk untuk memenuhi 40% kebutuhan DKI.

“Agar produksi beras di Lampung berkesinambungan kami melakukan pola tanam yang berjenjang jadi tidak serentak, karena sistem irigasi kita juga memenuhi persayaratan,” kata Arinal.

Namun demikian, agar produksi beras dapat terus ditingkatkan, Gubernur juga meminta agar distribusi pupuk kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih optimal dan efisien.

“Negara kita ini kepulauan, tapi kita hanya punya 3 pabrik, izin pak mendagri supaya lebih efektif kami memohon kepada Pak Dirjen, agar pupuk dapat langsung didistribusikan melalui BUMDes, tidak lagi melalui sistim distribusi Lini 1, Lini 2, Lini 3 dan Lini 4, polanya harus dirubah,” papar Gubernur.

“Kami juga menginisiasi produksi kedelai dengan luas lahan 1000 hektar bekerjasama dengan Kementan yang menyiapkan sarana produksinya, harapan kami produksi kedelai ini dapat memenuhi kebutuhan nasional, sehingga kita tidak perlu lagi impor,” kata Arinal.