Beranda News Pertanian ISPI Lampung akan Gelar Musda pada 5 Agustus 2016

ISPI Lampung akan Gelar Musda pada 5 Agustus 2016

97
BERBAGI
Para anggota ISPI Lampung (dok/Ist)

TERASLAMPUNG.COM — Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) cabang Lampung akan melaksanakan Musda dengan agenda pemilihan pengurus periode 2016 – 2020, Musda akan dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2016  di Aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pelantikan pengurus akan dilaksanakan pada saat Seminar Nasional tanggal 22 September 2016 yang bertepatan dengan bulan bakti peternakan.

Ichwan Adji Wibowo, salah panitia Musda, mengatakan kegiatan diharapkan dapat meneguhkan peran dan kiprah para sarjana peternakan di Provinsi Lampung dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

“Ini mengingat beberapa saat yang lalu dunia peternakan baik dari sektor perunggasan maupun ternak potong diterpa isue negatif, mulai dari adanya kartel perunggasan maupun ketidakberdayaan populasi sapi lokal untuk pemenuhan kebutuhan daging nasional,” kata Ichwan, Jumat (29/7/20176).

Ichwan mengatakan, gonjang-ganjing harga daging yang melejit, memaksa pemerintah mengambil kebijakan impor daging beku maupun jeroan sapi dari India yang belakangan menuai kontroversi karena diketahui India merupakan negara yang belum terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Padahal,  Indonesia Perlu waktu 100 tahun untuk mampu terbebas dari penyakit ini, yaitu mulai dari Tahun 1884 sampai 1984,” katanya.

Dalam konteks inilah kontribusi para sarjana peternakan dinanti oleh negara, maka ISPI yang merupakan organisasi profesi menjadi strategis peran dan tanggungjawabnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan sebagaimana amanat Nawa Cita.

Ketua ISPI periode 2012-2016, Ir. Didiek Purwanto, mengatakan kebijakan impor sapi luar negeri menyudutkan pelaku usaha penggemukan yang sebagian besar masyarakat menganggap kita (feedloter) hanya mencari keuntungan belaka tanpa menghiraukan usaha peternakan rakyat yang ada saat ini.

Menurut Didiek, sebenarnya kekisruhan mengenai dunia peternakan kali ini dikarenakan adanya ketidak sesuaian antara kebutuhan (demand) dan pasokan (supply) produk peternakan.

“Dengan diadakannya Musda ISPI tahun 2016 ini diharapkan kita tidak perlu mencari kambing hitam letak kesalahan sehingga terjadinya carut marut dunia peternakan akhir-akhir ini, dengan terpilihnya kepengurusan ISPI yang baru nanti kita mampu berperan nyata dalam kedaulatan pangan,” katanya.

Dengan beranggotakan sekitar seribu lebih sarjana peternakan yang berada di Provinsi Lampung mulai dari kalangan akademisi, swasta, pengusaha serta birokrasi dan pemerintahan, diharapkan ISPI mampu menjadi pendamping pemerintah dalam menentukan kebijakan yang akan diambil dalam dunia peternakan saaat ini. Jangan sampai masyarakat atau konsumen mengalami kerugian dikarenakan kesalahan pengambilan kebijakan yang diberlakukan.

Dosen Jurusan Peternakan Unila Ir. Syahrio Tantalo, M.P.,  mengatakan selama ini faktor ketahanan pangan masih tertumpu pada pertanian dan hasil olahannya.

“Padahal, produk-produk peternakan (daging, telur maupun susu) merupakan produk penting yang saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat,” kata dia.

Menurut Syahrio, produk peternakan saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan sekunder, namun sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada daging sapi yang pada momen Hari Raya lalu menembus angka Rp 120.000,-/kg pun masih mampu dibeli oleh masyarakat.

“Semoga pada Musda ISPI tahun 2016 ini menghasilkan kepengurusan yang peduli terhadap dunia peternakan khusunya di Lampung ini, tidak memihak pada pihak pelaku usaha manapun dan menjadi wadah silaturahmi antar anggota yang merupakan alumni seluruh sarjana peternakan perguruan tinggi di Indonesia yang berdomisili di Lampung,” katanya.