Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Isu Babi Ngepet Membuat Warga Campur Sari Kotabumi Resah

Isu Babi Ngepet Membuat Warga Campur Sari Kotabumi Resah

2420
BERBAGI
Babi jadi-jadian (babi ngepet) yang diperkoki warga di Mojosongo, Solo, Jateng, Mei 2016 lalu.(Ilustrasi/joglosemar/tribunnews).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–W‎arga Dusun Campur Sari, Kotabumi Tengah, Kotabumi, Lampung Utara diresahkan dengan kabar munculnya babi ngepet sejak sebulan belakangan ini. Mahkluk tak kasat mata inilah yang dituding kerap mencuri uang warga sekitar pada malam hari.

“Sudah satu bulan ini, Dusun kami geger dengan isu babi ngepet. Sudah banyak warga yang hilang uang tanpa sebab,” kata Ria, salah seorang warga sekitar, Minggu malam (19/6).

Bahkan, menurut perempuan lajang ini, ‎uang miliknya pun sempat beberapa kali hilang tanpa sebab meski telah disimpan rapi di dalam rumah. Total uangnya yang hilang semenjak munculnya isu babi ngepet mencapai Rp500 ribu. Selain menjadi korban, ia juga mengaku sempat mendengar suara seperti suara babi di samping rumahnya. Ternyata, suara itu juga terdengar oleh tetangganya. Namun, begitu tetangganya ke luar rumah untuk memeriksa sumber suara, suara itu lenyap seakan tak berbekas.

“Saya pernah dengar sendiri suara seperti suara babi di samping rumah pada malam hari. Suaranya kuat sekali. Tetangga saya juga dengar suara itu,” tuturnya.

‎Munculnya makhluk supranatural yang dibarengi dengan banyaknya warga yang kehilangan uang ini, imbuhnya, membuat warga Dusunnya cemas karena khawatir uang yang mereka simpan akan turut disikat makhluk tersebut.

Warga sempat berusaha menjebak makhluk tersebut dengan cara berkeliling Dusun. Sayangnya, makhluk yang ditunggu – tunggu itu sepertinya tahu sedang diintai warga. Beberapa kali ditunggu, makhluk itu tak jua menampakkan diri.

“Uang – uang warga sekarang diikat dengan karet gelang dan di‎ staples. Alhamdulillah, dengan cara itu, sementara ini, uang kami aman,” kata gadis belia ini.