Beranda Teras Berita Izin Belum Beres, Pengelola Gereje Bethel Indonesia Diimbau Hentikan Aktivitas Ibadah

Izin Belum Beres, Pengelola Gereje Bethel Indonesia Diimbau Hentikan Aktivitas Ibadah

566
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Mughofir

Kotabumi–Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lampung Utara, Mughofir mengimbau pihak Gereja Bethel Indonesia (GBI) untuk menghentikan aktivitas ibadah sepanjang izinnya belum terbit.

“(GBI) harus meminta (mengurus) izin dulu kalau memang mau digunakan. Kalau belum, kami anjurkan supaya dihentikan aktivitas beribadahnya di sana,” kata dia saat ditemui di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (6/7).

Sebab, menurut Mughofir, setiap rumah ibadah termasuk Gereja harus memiliki izin mendirikan rumah ibadah sebelum digunakan. Izin ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama dua Menteri nomor 8 tahun 2006 tentang pendirian rumah ibadah. Dalam persoalan GBI, kata dia lagi, pihak GBI dapat mengajukan izin sementara kepada Bupati setelah mendapat rekomendasi dari FKUB dan Kementerian Agama (Kemenag) Lampura. Izin sementara ini akan berlaku untuk dua tahun dengan persyaratan jumlah jamaah harus mencapai 90 orang.

“Sesuai dengan SKB dua Menteri, setiap rumah ibadah harus ada izinnya. Kalau tidak, ya tidak boleh digunakan sebagai tempat ibadah,” tegasnya.

Sementara saat salah seorang jurnalis meminta komentarnya terkait adanya surat keterangan pembinaan iman yang dikeluarkan oleh Lurah Gapura, Samsuri dan diketahui oleh Camat Kotabumi, Nujum Masya kepada rumah ibadah yang dipimpin Pendeta Ingguan Salim tertanggal 22 Mei 2015, Mughofir secara tegas menyatakan bahwa tindakan itu mencerminkan keduanya tidak paham aturan.

“Kalau seperti ini sama saja menunjukan mereka (Lurah dan Camat) enggak paham aturan,” sergah dia.

Di lain sisi, Kepala Penyelenggara Kristen Kemenag Lampura, R.M. Marpaung mengaku pernah menyarankan kepada pihak GBI untuk mengurus izin dimaksud pada akhir tahun 2014. Namun, ternyata sarannya hingga kini belum ditindaklanjuti oleh pihak GBI.

“Kita akan ke sana (GBI). Kalau memang masyarakat sekitar merasa terganggu maka lebih baik dihentikan sementara aktivitas mereka,” kata dia.

Sayangnya Lurah Gapura, Samsuri belum dapat dimintai komentarnya terkait surat keterangan pembinaan iman yang dikeluarkannya. Yang bersangkutan tak ada di kantornya saat akan ditemui.

“Bapak lagi pulang shalat di rumah,” jelas seorang pegawai honorer di kelurahan tersebut.

Surat keterangan pembinaan iman yang dikeluarkan oleh Lurah Gapura, Samsuri dan diketahui oleh Camat Nujum Masya. Surat ini diberikan kepada jamaah pimpinan Pendeta Ingguan Salim yang belakangan diketahui ternyata telah berubah nama menjadi Gereja Bethel Indonesia.

Sementara itu, Camat Kotabumi, Nujum Masya dengan tegas membantah telah mengeluarkan izin sementara terkait GBI. Menurutnya surat yang dikeluarkan pihak Kelurahan yang turut ditandatanganinya itu sifatnya hanya surat rekomendasi. Meski dijelaskan bahwa penerbitan surat keterangan itu tak sesuai dengan SKB dua Menteri, Nujum tetap ngotot bahwa tindakannya itu tak menyalahi aturan. “(Surat) Itu bukan izin. Itu hanya rekomendasi. Kalau izin, mana berani saya menerbitkannya,” katanya dengan nada tinggi dalam sambungan telepon.‎

Sebelumnya, puluhan warga Kelurahan Gapura, Kecamatan Kotabumi menggerebek Gereja liar alias tak berizin di Jalan Alamsyah Ratu Perwira Negara, Kotabumi, tepatnya di deretan ruko Mandala Finance Kotabumi, Minggu (5/7) sekitar pukul 19:05 WIB.

Warga kesal lantaran‎ rumah ibadah dimaksud ternyata telah lama beroperasi sekitar hampir dua tahun sementara rumah ibadah dimaksud tak pernah meminta persetujuan warga sekitar.

Pantauan di lokasi, Gereja yang belakangan diketahui bernama Gereja Bethel Indonesia (GBI) ‎tersebut letaknya di dalam ruko alias tersembunyi. Bahkan, dilhat dari luar pun lokasi dimaksud sama sekali tak menunjukan bahwa ada sebuah tempat ibadah di dalamnya. Praktis, dengan letaknya yang tersembunyi tersebut‎ membuat warga sekitar tak mencium keberadaannya sehingga mulus beroperasi selama dua tahun terakhir. ‎

Loading...