Beranda News Bandarlampung Izin Online, Tiga Kepala Daerah di Lampung MoU dengan Pemkab Deli Serdang

Izin Online, Tiga Kepala Daerah di Lampung MoU dengan Pemkab Deli Serdang

153
BERBAGI
Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars bersama Walikota Herman HN memberi keterangan kepada media
Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars bersama Walikota Herman HN memberi keterangan kepada media

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Bupati Deli Serdang Zainudin Mars bersama Walikota Bandarlampung Herman HN, Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dan Bupati Tanggamus Dewi Handayani menandatangani kerjasama (MoU) daerah perzinan online.

Penandatangan kerjasama itu disaksikan oleh Koordinator Wilayah II Sumatera KPK Adliansyah M Nasution di Gedung Semergou, Bandarlampung Selasa (16/10).

Tiga kepala daerah di Lampung itu ingin belajar perizinan online dari Pemkab Deli Serdang, agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan secara mudah.

Pada kesempatan itu Zainuddin Mars menjelaskan aplikasi izin online yang digagas daerahnya bersama KPK sudah direplikasi di 48 kabupaten/kota.

“Sampai hari ini aplikasi online ini sudah 48 kabupaten/kota yang merepliasinya, sementara kami (Deli Serdang) terus berupaya mengembangkan aplikasi ini hingga baik dan mudah digunakan oleh masyarakat,” ujar Wakil Bupati Deli Serdang itu.

Dia juga mengungkapkan pengorbanannya ketika akan melouncing izin online di daerahnya.

“Saat kami mencanangkan aplikasi ini kami membutuhkan pengorbanan sampai harus memberhentikan kadis sampai kabid-kabid karena kita butuh orang-orang baru yang masih segar,” ungkap Zainuddin Mars.

“Aplikasii ini tidak ada gunanya bila aparaturnya tidak mempunya jiwa melayani,” tambahnya.

Sementara itu Koordinator Wilayah II Sumatera KPK Adliansyah M Nasution mengatakan untuk kerjasama daerah Bandarlampung dan Deli Serdang prosesnya dibalik replikasi terlebih dahulu kemudian MoU.

“Biasanya MoU terlebih dahulu baru replikasi tapi ini kita balik yang penting barangnya jadi dulu baru MoU,” jelasnya

Menurutnya, replikasi izin online ini tidak dikenakan biaya,Pemkot Bandarlampung tidak membayar ke Pemkab Deli Serdang.

“Bayangkan kalau  aplikasi ini berbayar paling sidikit harus mengeluarkan Rp.300 jutaan, tetapi ini benar-benar gratis,” katanya.

Dandy Ibrahim

Loading...