Jablay Anjing (2)

  • Bagikan
Ilustrasi gadis pecandu obat. (dok visto en dogguie)
Ilustrasi gadis pecandu obat. (dok visto en dogguie)

Oleh Nusa Putra*

Tiga orang pacar jablay anjing yang diajak bicara mengakui tidak selalu ada cinta dalam hubungan  mereka. Sd (21 tahun) lelaki ganteng dengan tubuh atletis menjelaskan, kami kumpul untuk senang-senang, berbagi kesenangan dan kenikmatan, tidak ada paksaan. Siapa pun yang mau ikutan silahkan ikut. Setiap orang memberi apa yang bisa dia berikan. Bila sudah merasa tidak saling suka ya udahan. Kita kan bukan suami istri, cuma teman dekat, ngapain ribet, jelas Sd.

At (23 tahun) yang sangat bangga pada tubuhnya karena rajin fitnes bilang, ini kan cuma jual-beli. Elo jual, gue beli. Sekarang kita saling suka, saling bantu dan saling berbagi, besok pagi bisa aja udahan. Nikmati aja, coy, tegasnya.

Mang Dik (52 tahun) yang sudah 15 tahun membuka kios rokok di dekat diskotik M di LS Mangga Besar menjelaskan, mereka itu cuma kumpul kebo, senang-senang. Gak pernah ada yang bertahan lama, pasangannya tuker-tuker terus. Kalo cowoknya ganteng, jadi rebutan. Cowoknya pacaran sama tiga atau empat cewek.

Makin banyak ceweknya kan makin banyak dapat duitnya. Mereka mah sebenarnya gigolo, pura-pura  aja pacaran. Saya hafal tu para jablay siapa aja cowoknya dan berapa kali udah tuker-tuker pasangan. Cowoknya juga begitu. Pada ngaco tu anak-anak singkong, tegasnya. Dalam ingatan Dik sudah puluhan ABG jablay yang suka pesta di diskotik ini tewas karena overdosis. Di sini mah gak ada abisnya, satu mati, yang baru bejibun, banyak lagi yang dateng. Heran, makin lama, makin banyak, gak ada kapoknya ini anak-anak, urai Dik.

Sejumlah satpam dari berbagai diskotik membenarkan bahwa para jablay anjing ini jumlahnya tidak pernah berkurang. Sekarang tu anak masih piyik, masih mentil, masih SMP udah pada jadi jablay, kata  seorang satpam. Abis itu pada jadi jablay anjing, dah, kata satpam yang lain.

Para satpam itu mengakui yang tewas karena overdosis memang banyak. Mereka juga heran, para ABG itu makin berani melakukan hubungan badan di mana saja dengan para tamu. Mungkin karena udah para mabok ya, jelas satpam yang lain.

Soal pacar para jablay ABG, satpam-satpam katakan, itu hanya pacar-pacaran. Tu ABG pada bego, cari duit jual badan, duitnya malah dihabisin para gigolo yang pura-pura jadi pacar. Para satpam itu juga heran, apa orang tua para jablay ABG itu tidak tahu anaknya sudah pada rusak berat?

Us (56 tahun) yang kehilangan anak bungsu Lr (16 tahun) karena overdosis bercerita. Ia sama sekali tidak menyangka bila putri bungsunya yang minta izin belajar bela diri rupanya tiap malam minggu ke  diskotik. Ia percaya anaknya itu pulang agak malam karena belajar bela diri. Karena begitu sampai rumah langsung tidur. Ia dan istrinya mengira pasti anaknya keletihan.

Rupanya anak bungsunya itu kenalan dengan lelaki umur  tigapuluhan dan dijadikan peliharaan saat masih kelas tiga SMP. Anaknya itu tiba-tiba lari dari rumah. Lelaki itu membawanya ke Batam. Melalui sms anaknya bilang tidak perlu dicari, ia hidup bahagia dengan pacarnya. Ibunya jatuh sakit saat Lr tak bisa lagi dihubungi. Suatu malam ada sms kabarkan anaknya di rumah sakit di Jakarta Pusat. Saat didatangi, Lr sekarat karena overdosis dan meninggal dua hari kemudian.

Harus diakui, para jablay anjing ini adalah ABG pemberani. Mereka tinggalkan keluarga, lari dari rumah hanya bermodalkan tubuhnya dan menjadi jablay. Hasil kerjanya sebagai jablay bukan ditabung, tetapi justru dihabiskan untuk kesenangan dan berpesta.

Sebagian besar jalay anjing ini saat diajak berbincang menyatakan bahwa mereka takut bila sendirian dan tak mampu berada dalam kesepian. Itulah sebabnya mereka terus berkumpul dan berpesta. Saat yang paling mengerikan adalah jika bokek atau tak punya duit dan keinginan untuk merasakan narkoba datang. Inilah saat mereka jadi seperti anjing. Lakukan apa saja untuk dapat narkoba.

Sialnya, tidak semua genk ABG jablay ini kompak. Sf misalnya, ia ditinggalkan teman-temannya justru saat sedang mengalami overdosis. Seringkali mereka ditinggalkan teman-teman saat sangat membutuhkan narkoba dan tak punya uang. Inilah saat yang mengerikan bagi para jablay anjing itu.

Para cowok yang mendampingi juga begitu. Bila si ABG jablay mulai kurang laku dan tidak lagi memiliki banyak duit, biasanya ditinggalkan begitu saja oleh para cowok itu.

Kebangkrutan para jablay anjing itu biasanya ditandai dengan pindah kos dari yang mahal ke kos yang lebih murah. Jarang berkumpul dengan teman-teman satu genk. Jarang atau tak pernah terlihat di salon, dan tak lagi sering ke diskotik. Biasanya tubuh dan wajah mereka sudah tak lagi sebagus dan secantik dulu karena digerogoti narkoba dan gaya hidup yang buruk. Perubahan tubuh dan wajah inilah yang membuat mereka tidak lagi dilirik bahkan ditinggalkan pelanggan dan tamu.

Jw (18 tahun) adalah jablay anjing yang akhirnya menjadi gila. Ia sering muncul di sekitar diskotik M Mangga Besar dengan tampilan kumuh dan meminta makanan dan rokok. Tak ada seorang pun yang tahu dimana keluarganya.

Tidak jelas dimana ia tinggal sekarang. Banyak yang bilang ia juga terkena penyakit kelamin yang parah. Kebanyakan jablay anjing memang berakhir dengan tragis. Tewas overdosis, terkena penyakit, dan gila. Namun, kenyataan ini tidak membuat jablay anjing berkurang. Agaknya para ABG itu memang sama sekali tidak perduli pada akibat buruk menjadi jablay anjing.

Yy, Ch, Ev, Ln, dan sejumlah ABG jablay sangat tidak suka dan jijik melihat jablay anjing. Mereka juga sangat tidak suka pada gaya berpakaian para jablay anjing yang sangat vulgar. Mereka bilang, cara berpakaian itu menjatuhkan dan mempermalukan para ABG jablay. Terlalu menunjukkan kejablayan dan dan pamer tubuh banget, kata Ev.

Hn (16 tahun), Wd (17 tahun), dan St (17 tahun) para jablay anjing menjelaskan, mereka memang sengaja berpakaian seksi dan terbuka, sehingga tato di paha, bagian atas payudara dan punggung kelihatan. Kita memang mau cari perhatian, promosi dan menggoda. Jualan kita kan body, ya kita pamer body lah, jelas Hn. Dengan santai Wd bilang, saya sengaja buka-buja, itung-itung sedekah. Lelaki kan senangnya liat yang terbuka, cara ini kan paling bagus untuk memancing dan menggoda, urai St.

Mami Si katakan, jablay anjing itu sudah ada sejak zaman dulu. Bedanya dulu cuma merokok dan mabuk alkohol, sekarang pake narkoba. Mana mungkin jablay dan jablay anjing itu hilang atau dihilangkan. Jablay itu ada  karena memang ada yang membutuhkan. Sampai kiamat jablay tetap ada.

*  Dr. Nusa Putra, S.Fil. M.Pd., dosen Universitas Negeri Jakarta, peneliti dan penulis buku.

 

 

  • Bagikan