Beranda Hukum Jadi Agen Judi Togel Singapura, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi

Jadi Agen Judi Togel Singapura, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi

253
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kapolsekta Panjang, Bandarlampung, AKP Aditya Kurniawan didampingi Kanit Reskrim Aiptu Mahendra menunjukkan barang bukti berupa rekap judi togel yang disita dari tersangka Yuliana, Minggu (14/6/2015). 

BANDARLAMPUNG-Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang menjadi agen judi togel Singapura dan Hongkong, Yuliana (47) ditangkap petugas Unit Reskrim Polsekta Panjang di rumahnya di Jalan KH Agus Anang Gg Mangga Kampung Baru, Kelurahan Ketapang, Panjang, Minggu (14/6) sekitar pukul
13.30 WIB.

Kapolsekta Panjang AKP Aditya Kurniawan menuturkan, penangkapan ibu dua anak yang menjadi agen judi togel berdasarkan laporan masyarakat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan  penyelidikan.

“Petugas kami mendapati Yuliana sedang merekap hasil togel yang ditulis di beberapa lembar kertas buku dan uang taruhan dari para pemasang. Pengungkapan kasus perjudian togel ini, memang sudah menjadi target operasi (TO). Selain itu juga, guna memberantas maraknya perjudian diwilayah hukum Polsekta Panjang,”ujar Aditya kepada wartawan, Minggu (14/6).

Petugas menyita barang bukti berupa  empat lembar kertas rekapan judi togel, satu lembar kertas SIO hewan yang bertuliskan nomor togel, uang tunai sebesar Rp 162 ribu dan satu buah telephon genggam yang didalamnya berisikan nomor pesanan dari penjudi lain.

“Tersangka Yuliana, menerima uang taruhan judi togel singapura dan hongkong dari para pemain melalui pesan singkat (SMS), telepon langsung dari para pemasangnya dan pemasang yang datang sendiri ke rumahnya,”kata dia.

Menurut Aditya, tersangka  Yuliana mengaku sudah satu tahun terakhir menjadi agen judi togel Singapura dan hongkong. Dalam sehari, tersangka menerima uang dari pemasangnya mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 800 Ribu.

Dalam sehari, keuntungan yang didapat tersangka sebesar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu. Uang hasil judi  yang didapat, selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari juga digunakan untuk memasang taruhan judi togel.

“Para pemain, memasang nomor taruhan judi togel melalui SMS kepada tersangka Yuliana. Lalu dia (tersangka) melaporkan pasangan judi togel, dan mengirimkan uang taruhan judi kepada seorang bandarnya berinisial HR (DPO),”terangnya.

Polisi akan menjerat Yuliana dengan Pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.