Beranda News Anakidah Jadi Aktor Video Syur, Camat di Wonogiri Dicopot

Jadi Aktor Video Syur, Camat di Wonogiri Dicopot

945
BERBAGI
Logo WhatsApp. Kredit: Time

TERASLAMPUNG.COM — SN (55), Camat Karangtengah, Wonogiri, Jawa Tengah, akhirnya harus menerima hadiah pahit akibat kenekadannya menjadi “aktor” video syur. Ia kini resmi dicopot dari jabatannya. Pencopotan jabatan SN dilakukan Pemkab Wonogiri pada Selasa (26/11/2019), tidak lama setelah video adegan syur dengan seorang perempuan yang bukan istrinya tersebar lewat media sosial berinisial ST.

“Sudah bukan camat lagi,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri Suharno, Kamis (28/11/2019).

Meskipun tidak menjabat camat, SN saat ini masih berstatus sebagai PNS. Statusnya sebagai PNS akan ditentutan dengan proses hukum yang masih berjalan.

Nasib buruk pria yang menjabat sebagai camat sejak lima tahun lalu bermula dari status WhatsApp berisi video syur dengan perempuan di sebuah ruangan. Video berdurasi 30 detik itu kemudian menjadi tontonan mereka yang berteman dengan SN di WA. Rupanya,

Rekaman video berisi adegan tak senonoh seorang pria yang diduga oknum camat di Wonogiri dengan perempuan bukan istrinya, menjadi perbincangan publik. Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Polda Jateng.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna, mengatakan camat Karangtengah, Wonogiri itu kini berada di Polda Jateng dan sedang ditangani Direktorat Reskrimum.

“Tersangka Camat Karangtengah sudah ditahan di Ditreskrimum Polda Jateng,” kata Iskandar lewat pesan singkat, Jumat (29/11/2019).

Wanita pasangan mesum SN  dalam video tersebut saat ini berstatus korban dan 5 saksi sudah diperiksa polisi. Iskandar menyebutkan tersangka melanggar UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pasal 45.

“Ancaman hukuman maksimal 6 tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar,” katanya.

Selain itu tersangka juga dijerat Pasal 29 UU RI No 44 tahun 2008 yang berbunyi ‘setiap orang yang memproduksi, membuat, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor atau ekspor, memperjualbelikan, menyewakan, menyediakan pornografi. Ancaman pidananya 6 bulan hingga 12 tahun dan atau pidana denda Rp 250 juta hingga Rp 6 miliar.

JOGLOSEMARNEWS.COM | TERAS.ID