Beranda Medsos Jadi Anggota Grup Abal-abal, Facebook Beberapa Tokoh Lampung Berpotensi Sebarkan Tautan Porno

Jadi Anggota Grup Abal-abal, Facebook Beberapa Tokoh Lampung Berpotensi Sebarkan Tautan Porno

767
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Akhir-akhir ini penyebaran malware melalui media sosial Facebook makin marak. Berdasarkan penelusuran teraslampung.com, sumber dan pelaku utama penyebaran malware itu adalah grup-grup Facebook berisi tautan video dan gambar-gambar wanita cantik Vietnam. Meskipun para admin grup-grup abal-abal itu namanya mencirikan nama orang Vietnam, belum bisa dipastikan apakah mereka warga negara Vietnam.

Banyak pemilik akun Facebook yang merespons informasi tentang grup-grup abal-abal itu. Bahkan, di antaranya ada yang berhasil membuat manajemen Facebook menghapus tiga grup berisi tautan porno setelah membaca tips yang diberikan teraslampung.com. Namum, banyak juga pemilik akun Facebook yang masih cuek karena merasa akunnya aman. Padahal, boleh jadi, mereka belum mengecek daftar grup Facebook yang diikuti.


BACA: Cara Jitu Keluar dari Grup Penyebar Link Video Porno

Beberapa tokoh di Lampung menunjukkan Facebooknya masih menjadi anggota grup abal-abal itu. Di antaranya adalah politikus PAN Hantoni Hasan, politikus senior Golkar Riza Mirhadi, Ketua VW Lampung Masri Yahya (Maya Vlc),  Kepala Humas Infokom Lampung Sumarju Saeni, Pj Walikota Metro Chrisna Putra.politikus Imer Darius, wartawan TVRI Lampung Lies Herawati, politikus Demokrat Hartarto Lojaya, pengusaha Erwin Nasution, pelukis Dana E Rachmat, politikus Demokrat Toto Herwantoko (Toto Demokrat), dan politikus Golkar Indra Karyadi (Indra Karyadi II),

Mereka menjadi anggota grup abal-abal itu karena tanpa sadar telah dimasukkan sebagai anggota oleh pengguna Facebook yang akunnya sudah terinfeksi malware.

BACA: Ini Daftar Grup Abal-abal Penyebar Virus Bertautan Porno yang Perlu Diwaspadai

Dampak langsung malware yang satu ini bagi perangkat elektronik yang dipakai pemilik akun Facebook mungkin tidak terasa. Namun, dampak psikologis karena rasa malu dan jadi repot tiap saat bisa mengintai. Sebab, dengan tetap menjadi anggota grup abal-abal yang berisi ‘orang-orang tak jelas dari Vietnam’ itu mereka berpotensi menyebarluaskan alamat website porno disertai gambar porno kepada kawan-kawannya di Facebook.