Beranda Hukum Kriminal Jadi Bandar Judi Togel, Pensiunan Guru Ditangkap Polisi

Jadi Bandar Judi Togel, Pensiunan Guru Ditangkap Polisi

396
BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polsek Natar, Lampung Selatan menangkap SK (69), pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) guru, karena menjadi bandar judi toto gelap (togel). Kakek warga warga Desa Branti Raya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan itu ditangkap saat menunggu para pemasang togel di warung, beberapa hari lalu.

“Dari penangkapan tersangka, petugas menyita satu unit ponsel, didalamnya berisi pesan singkat (SMS) beberapa nomor pasangan togel dari para pasang dan juga buku rekap togel,” kata Kapolsek Natar, Kompol Eko Nugroho, Selasa (23/5/2017).

Mantan Kapolsek Kedondong ini mengutarakan, penangkapan tersangka SK berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada bandar judi togel. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka.

“SK ditangkap tanpa ada perlawanan,” katanya.

Modus tersangka sebagai bandar judi togel tersebut, saling percaya antara bandar dengan pemasang. Lalu para pemasang yang ingin memasang nomor togel, hanya cukup mengirimkan nomor yang dipilihnya melalui pesan singkat via sms ke tersangka. Mereka (pemasang), tidak perlu datang menemui tersangka di rumahnya.

“Pasangan nomor judi togel tersebut, tersangka menyetorkan ke bos bandar besar judi togel berinisial IR melalui sms,”terang alumnus Akpol Tahun 2005.

Dari keterangan tersangka, petugas mengembangkan kasusnya dengan menggerebek IR di rumahnya. Namun IR sudah kabur sebelum polisi datang.

Hasil pemeriksaan, kata Eko, tersangka mengaku baru tiga bulan menjalankan bisnis dengan menjadi bandar judi togel. Alasannya karena hobi, awalnya tersangka hanya memasang togel saat masih aktif sebagai PNS. Setelah pensiun, tersangka justru memutuskan menjadi bandar judi togel.

“Pengakuannya, baru tiga bulan tersangka SK ini menjalani bisnis judi togel. Keuntungan yang didapat tidak menentu. Kalau pemasangnya banyak, cukup lumayan keuntungannya. Tapi itu semua, tergantung dari banyak tidaknya pemasang,”pungkasnya.

Akibat perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan pasal 303 KUHP Tentang Perjudian, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal tujuh tahun.

Loading...