Beranda Hukum Kriminal Jadi Korban Gendam, Warga Lampung Utara Ini “Relakan” Emas 21,7 Gram Melayang

Jadi Korban Gendam, Warga Lampung Utara Ini “Relakan” Emas 21,7 Gram Melayang

117
BERBAGI
https://www.teraslampung.com/tujuh-pelaku-gendam-diringkus-polisi-di-desa-bumiraya-lampung-utara/
https://www.teraslampung.com/tujuh-pelaku-gendam-diringkus-polisi-di-desa-bumiraya-lampung-utara/

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Aksi penipuan dengan modus gendam atau hipnotis kembali terjadi di Lampung Utara. Kali ini menimpa Sulastri (43), pasien Rumah Sakit Umum H.M. Ryacudu, Kotabumi, pelataran parkir RSUR, Kamis pagi (8/11/2018).

‎Akibat kejadian ini, korban harus merelakan perhiasan emasnya dengan total berat 21,7 gram dan satu unit ponsel, serta uang Rp50 ribu. Pelakunya merupakan seorang laki – laki yang baru dikenalnya.

‎Raut kesedihan jelas terpancar di wajah Sulastri saat menceritakan ihwal kejadian yang baru menimpanya kepada polisi dan wartawan di pos polisi Payan Mas Kotabumi. Menurutnya, kejadian ini berawal saat ia dihampiri oleh seorang laki – laki di ruang tunggu RSUR.

“Kedatangan saya ke Rumah Sakit Umum Ryacudu untuk berobat,” terang dia.

‎Laki – laki yang tidak dikenalnya itu kemudian mengajak ia berbincang – bincang di ruang antrean pasien itu. Sulastri yang tidak menaruh curiga meladeni percakapan itu seadanya.

Setelah pelaku merasa korban telah mampu dikendalikannya, pelaku kemudian mengajak Sulastri pergi ke pelataran parkir dengan alasan dapat lebih santai dalam mengobrol.

Korban Sulastri yang telah di bawah pengaruh hipnotis pelaku langsung bergegas meninggalkan ruang tunggu pasien. ‎Tak lama setelah tiba di pelataran parkir, pelaku lantas menawarkan korban jimat yang dapat menyembuhkan penyakitnya.

BACA: Tujuh Pelaku Gendam Diringkus Polisi di Desa Bumiraya Lampung Utara

Masih di bawah pengaruh hipnotis, korban diminta pelaku untuk membeli air mineral yang lokasi tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Sebelum pergi, pelaku meminta korban untuk melepaskan perhiasan emas, dan ponselnya.

‎”Saya begitu saja menuruti semua permintaannya termasuk melepaskan perhiasan dan menyerahkan ponsel dan uang Rp50 ribu kepada laki – laki itu,” katanya.

Sulastri baru tersadar telah menjadi korban hipnotis saat mendapati pelaku tidak ada di lokasi usai membeli air mineral. Dengan paniknya, ia langsung menanyai sejumlah orang yang ada di sekitar lokasi untuk mencari tahu keberadaan pelaku.

“Orang – orang yang ada di situ bilang tidak tahu,” tuturnya.

Loading...