Beranda Ruwa Jurai Pringsewu Jadi Korban Lion Air JT-610, Jenazah Warga Pringsewu Bisa Diidentifikasi dengan Rekaman...

Jadi Korban Lion Air JT-610, Jenazah Warga Pringsewu Bisa Diidentifikasi dengan Rekaman Sidik Jadi E-KTP

100
BERBAGI
Putri Pratiwi (30) istri korban, Wahyu Alldila didampingi adik korban, Rifki Wahyu alias Rizki sembari menangis menaburkan bunga di atas pusara makam suaminya korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PRINGSEWU — Penantian ibu korban, Yuni Hesti Setianingsih (52), warga Lingkungan 3 Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan akhirnya berakhir sudah setelah mendapat kepastian tentang putra sulungnya, Wahyu Alldila (32) yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Kerawang, Jawa Barat dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkalpinang.

Jenazah Wahyu berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pada Selasa 6 Oktober 2018 malam, melalui sidik jari berdasarkan data rekaman e-KTP.

“Pas lagi mau serah terima peti jenazah, alhamdulillah sudah ketemu (teridentifikasi),”ucapnya yang tak kuasa menahan kesedihan sembari menitikkan air mata, Rabu 7 Oktober 2018 sore.

Sembari mengusap air matanya, Yuni mengaku, saat sedang bersiap menerima penyerahan jenazah di Rumah Sakit Polri Kramat jati, Jakarta Timur. Sayangnya kabar tentang anaknya, Wahyu Alldila dan cucunya Xherdan Facridzi (4 tahun) yang ikut dalam penerbangan itu belum ada kepastian.

“Saat itu saya terus berdoa dan berharap, agar ada kepastian kabar mengenai cucu saya itu karena belum teridentifikasi,”lirihnya.

Sementara adik korban, Rifki Wahyu alias Rizki mengatakan, bahwa dirinya selama ini mendampingi ibunya, Yuni saat berada di Jakarta. Informasi jenazah kakaknya berhasil diidentifikasi dan diterima pihak keluarga, setelah pulang dari acara doa dan tabur bunga bersama di lokasi jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Kerawang dengan menumpang dua kapal KRI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh.

“Usai acara doa bersama dan tabur bunga, begitu kami sampai di Hotel tempat menginap keluarga korban pesawat Lion Air, Taklama kemudian kami dikabari hasil identifikasi kakak saya, Wahyu itu,”kata Rizki.

Menurutnya, jenazah kakaknya, Wahyu berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polri Selasa 6 Oktober 2018 malam melalui sidik jari berdasarkan data hasil ekaman e-KTP almarhum.

“Jenazah kakak dapat diidentifikasi dari sidik jari hasil data rekaman e-KTP,”ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun teraslampung.com, selain Wahyu Aldilla (32) yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, terdapat enam penumpang asal Lampung lainnya yang juga turut menjadi korban.

Lima korban yang belum teridentifikasi adalah, Hendra Tanjaya alias ajung, warga Tanjung Aman, Kotabumi, Lampung Utara. Lalu Rober Susanto, warga Kotabumi, Lampung Utara, Wendy (anak Rober) dan Sherly (calon istri Wendy), keduanya warga Bandarlampung serta Xhendra Fachridzi (4 tahun) anak dari Wahyu Alldila.

Loading...