Jadi Pengedar Ganja, Warga Kupangteba Diringkus Polisi

  • Bagikan
Zainal Asikin/teraslampung.com

Zahrovi saat hendak diperiksa di Polreesta Bandarlampung, Rabu (3/12). Teraslampung.com/Zainal Asikin

BANDAR LAMPUNG-
– Zahrovi (38), pengedar narkoba, warga Jalan Dr Cipto Mangunkusumo Kelurahan Kupang Teba, Telukbetung Utara, Bandarlampung ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, pada Senin (1/12) sekitar pukul 07.30 WIB. Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti satu butir pil ekstasi, satu buah timbangan digital, sebuah klip sisa sabu-sabu, dan satu pak plastik klip.
Kanit I Satuan Reserse Narkoba polresta Bandarlampung, Iptu Herlan Arfa mengatakan, petugas mendapatkan informasi bahwa ada salah satu rumah yang berada di Perum Korpri dijalan Ryacudu, Sukarame sering dijadikan tempat untuk transaksi dan pesta narkoba. dari informasi tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan ditempat yang dimaksud dan sesampainya dilokasi, dirumah tersebut petugas mencurigai seorang laki-laki yang gerak-geriknya mencurigakan.
Tersangka bersama barang bukti selanjutya dibawa ke Mapolresta Bandarlampung untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan,” kata Herlan kepada wartawan, Rabu (3/12).
Dari hasil pemeriksaan, diketahu barang haram tersebut adalah milik tersangka.Tersangka mendapatkan sabu-sabu dan ekstasi dengan cara membeli seharga Rp 200 ribu satu butir pil ekstasi dari seorang temannya yang merupakan bandar narkoba bernama Hengki.
Tersangka sering bertransaksi dan pesta narkoba dirumahnya, selain untuk dikonsumsi sendiri, barang haram tersebut juga dijual kembali oleh tersangka dan tersangka menjalani bisnis narkoba sejak beberapa bulan yang lalu.
“Atas informasi yang didapat dari tersangka Zahrovi, petugas kemudian memburu tersangka Hengki dan tersangka sudah tidak berada ditempatnya berhasil melarikan diri sebelum petugas datang. Tersangka Hengki kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Bandarlampung,” jelasnya.
Ditambahkannya, perkara tersebut pihaknya masih melakukan pengembangan. untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Zahrovi kini mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandarlampung dan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No. 23 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara.
  • Bagikan
You cannot copy content of this page