Jadi Pengedar Narkoba, Kakak Beradik Diciduk Polisi

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

BANDAR LAMPUNG – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung, meringkus Hendri Dossy (34) dan Via Agus Setiwan (21), kakak beradik yang menjadi bandar dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya ditangkap di rumahnya di Jalan Kapten Abdul Haq, Kelurahan Rajabasa, Jum’at  (15/8) sekitar pukul 04.30 WIB. Dari tangan kedua tersangka, diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 10 gram senilai Rp 12 juta dan satu buah timbangan digital.

Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, AKP Yustam Dwi Heno mengatakan, penangkapan kedua tersangka kakak beradik  tersebut, atas informasi dari masyarakat bahwa dijalan KH Ahmad Dahlan, Pahoman, Telukbetung Utara sering dijadikan tempat untuk transaksi dan pesta narkoba. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan terhadap keduanya.

Dari tangan kakak beradik, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket plastik bening ukuran besar berisi narkoba jenis sabu-sabu seberat 10 gram senilai Rp 12 juta, seperangkat alat isap sabu-sabu (bong), satu buah timbangan digital dan satu buah handphone merk aple warna putih yang digunakan tersangka untuk bertransaksi.

“Kedua tersangka ditangkap usai mengkonsumsi narkoba. Sementara tersangka Via Agus Setiawan juga memiliki sabu-sabu yang didapat dari tersangka Hendri Dossy yang merupakan kakak dari tersangka Via Agus Setiawan,”kata Yustam Dwi Heno kepada wartawan, Kamis (21/8).

Yustam menjelasakan, hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka yang berstatus kakak beradik tersebut, tersangka Hendri mengaku barang haram tersebut dibeli oleh Hendri dari tersangka berinisial IP (DPO) dengan cara transaksi melalui ponsel lalu janjian untuk ketemu di bawah Fly Over dijalan Sultan Agung, Sukarame, Bandar Lampung. Sabu-sabu tersebut selain dikonsumsi, Hendri menjualnya kembali dan dipecah menjadi beberapa peket hemat kepada para pemesannya. Dari hasil penjualan sabu, Hendri mendapat keuntungan sebesar Rp 2 juta.

“Dari keterangan kedua tersangka, petugas melakukan pengerebekan terhadap tersangka IP (DPO), namun tersangka IP berhasil melarikan diri. Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan dan pengembangan petugas dilapangan untuk menangkap tersangka IP yang diduga merupakan bandar besar,” jelasnya.

Sementara menurut keterangan tersangka Hendri Dossy, ia mengaku dirinya sudah tiga kali membeli sabu-sabu dari tersangka IP. Sebagaian besar barang (sabu-sabu) tersebut, selain dijual kepada para penggunanya juga dikonsumsi sendiri oleh dirinya.

“Saya baru tiga kali ambil barang itu dari IP, pertama setengah kantong, kedua setengah kantong dan ke tiga ini satu kantong seharga Rp 12 juta. Dari hasil penjualan sabu-sabu, saya dapat keuntungan sebesar Rp 2 juta. Tetapi, sebagaian sabu itu saya pakai sendiri,”ujarnya.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua kakak beradik yang menjadi tersangka terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Bandar Lampung. Terhadap tersangka Hendri Dossy dijerat Pasal 114 ayat 2 sub pasal 112 ayat 2 dan pasal 127 ayat 1 sub huruf a UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman paling singkat 6 tahun dan paling lama seumur hidup. Sementara terhadap tersangka Via Agus Setiawan dijerat pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1