Jadi Tersangka Korupsi Dana BOK Rp 500 Juta, Kepala Puskesmas di Pesawaran Ditahan

Mengenakan rompi tahanan Kejari Pesawaran, Kepala Puskesmas Tegineneng, Kabupaten Pesawaran berinisial TDS (49) dibawa petugas untuk dilakukan penahanan di Lapas Kelas 1 Bandarlampung. (Foto: Dok. Kejari Pesawaran).
Mengenakan rompi tahanan Kejari Pesawaran, Kepala Puskesmas Tegineneng, Kabupaten Pesawaran berinisial TDS (49) dibawa petugas untuk dilakukan penahanan di Lapas Kelas 1 Bandarlampung. (Foto: Dok. Kejari Pesawaran).
Bagikan/Suka/Tweet:

TERASLAMPUNG.COM–Kepala UPTD Puskesmas Tegineneng, Kabupaten Pesawaran berinisial TDS (49), ditetapkan tersangka dan resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran terkait dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) senilai Rp 500 juta tahun 2021-2022.

Tersangka TDS, saat ini ditahan di Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Bandarlampung selama 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal 7-26 November 2023.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pesawaran, Tandy Mualim dalam keterangannya mengatakan, usai diperiksa sebagai saksi, kepala UPTD Puskesmas Tegineneng berinisial TDS ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan pada Selasa (7/11/2023) siang kemarin.

“Setelah diperiksa dan dikaitkan dengan alat bukti yang ada, TDS sebelumnya sebagai saksi kita naikkan statusnya menjadi tersangka,”kata Tandy, Rabu (8/11/2023).

Sebelum menetapkan TDS tersangka pada Jumat (3/11/2023), pihaknya telah memeriksa 46 saksi dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) pada Puskesmas Tegineneng tersebut.

“Tersangka TDS, ditahan di Lapas Perempuan Bandarlampung selama 20 hari kedepan. Alasan dilakukan penahanan, karena ancaman pidananya diatas lima tahun dan berpotensi melarikan diri,”ujarnya.

Tandy menguatarakan, tersangka TDS diduga melakukan korupsi pengelolaan dana BOK pada Puskesmas Tegineneng tersebut selama dua tahun (2021-2022). Pada tahun 2021, dana BOK yang diterima Puskesmas Tegineneng senilai Rp 729 juta dan tahun 2022 senilai Rp 1,02 miliar.

“TDS diduga mengkorupsi pengelolaan dana BOK Puskesmas Tegineneng di dua tahun anggaran tersebut,”kata dia.

Berdasarkan hasil penghitungan sementara, lanjutnya, kerugian negara akibat perkara korupsi itu mencapai Rp 500 juta. Namun untuk hasil lebih rincinya, masih menunggu perhitungan dari BPK Provinsi Lampung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPKP Lampung untuk melakukan penghitungan kerugian negara yang lebih akurat, dalam bulan ini sudah kami terima hasilnya,”terangnya.

Pasal yang disangkakan terhadap tersangka TDS, Pasal 2 atau 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi .

Zai I Teraslampung.com