Beranda News Kabar Desa Jalan di Candipuro Lampung Selatan Seperti Kubangan Kerbau

Jalan di Candipuro Lampung Selatan Seperti Kubangan Kerbau

1111
BERBAGI
Jalan Usaha Tani di Candipuro, Lampung Selatan persis kubangan kerbau. Foto diambil Kamis, 23 Januari 2020.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN– Masyarakat petani desa di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan mengeluhkan rusaknya Jalan Usaha Tani yang menghubungkan tiga desa yakni Bumijaya, Trimomukti dan Rawa Selapan. Jika hujan turun, jalan ini lebih mirip kubangan kerbau sehingga tidak bisa dilakui kendaraan.

Menurut salah seorang petani warga setempat, Iyar (47) mengatakan, kondisi jalan usaha tani yang menghubungkan tiga desa tersebut, kondisinya memang sudah sejak lama rusak. Masyarakat sudah seringkali gotong royong membenahi jalan itu saat musm panen tiba, tapi masih tetap saja rusak dan sekarang ini justru makin parah rusaknya sudah seperti kubangan dan berlumpur.

“Kalau sudah datang musim hujan seperti sekarang ini, walah…. alannya hancur lebur. Petani yang mau ke sawah ataupun masyarakat lainnya yang melintas kesulitan kalau bawa kendaraan. Sebab, kendaran sudah pasti kebebes di lumpur. Sepeda motor saja sudah melewati jalan ini, apa lagi mobil,”katanya kepada teraslampung.com saat ditemui di lokasi, Kamis (23/1/2020).

Hal senada juga dikatakan petani lainnya, Wasirun. Ia berharap pemerintah agar Jalan Usaha Tani yang selama ini menjadi penghubung tiga desa tersebut agar segera dilakukan perbaikan. Sebab, jalan itu merupakan akses kalan satu-satunya masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.

“Mohon segera diperbaikilah jalannya. Karena sudah puluhan tahun mas tidak hanya saya saja. Bahkan ratusan petani lainnya yang kesulitan mengangkut hasil panen,”kata dia.

Lha njur kepiye arep iso ngangkut gabahe lho mas, lha wong dalane wae ajur memet koyo ngene iki trus koyo kubangan ternak kebo maneh kan jan ora memper nek bentuk dalan blas. (Gimana mau bisa mengangkut padi mas, jalannya saja sudah acur lebur seperti ini dan ditambah lagi seperti tempat berendam hewan kerbau lagi dan sudah tidak pantas bentuk jalan sama sekali ,”ucapnya dengan dialek bahasa jawa.

Kepala Desa Bumi Jaya, Aris Mustofa, mengatakan akses jalan usaha tani tersebut sudah sejak dari 20 tahun lalu bahkan lebih, memang sama sekali tidak pernah tersentuh pembanguan apalagi perbaikan.

“Dulunya akses jalan usaha tani penghubung tiga desa ini pernah di aspal Hotmix, tapi itu kan sudah puluhan tahun lalu masih zamannya Orde Baru. Tapi setelah itu sampai sekarang, sudah tidak pernah lagi tersentuh pembangunan,”ungkapnya.

Menurutnya, akses jalan usaha tani tersebut, menjadi tanggung jawab Balai Besar Way Sekampung (BBWS) dan Mesuji. Rusaknya jalan, membuat para petani di Desa Bumi Jaya dan desa lainnya seperti Trimomukti dan Rawa Selapan sangat kesulitan mengangkut hasil panennya. Terutama di saat musim penghujan, karena kodisi jalan susah dilalui kendaraan karena berubah menjadi kubangan lumpur.

“Merugi sudah pasti, bahkan sudah seringkali para petani ini tidak bisa membawa hasil panennya untuk diangkut ke luar saat musjim penghujan. Bahkan hasil panennya, banyak yang dibiarkan rusak gitu saja tidak diangkut. Petani merasa kesal dengan kondisi jalan, sebab tidak bisa dilewati kendaraan,”ujarnya.

Akses jalan usaha tani tersebut, kanjut Aris, akses satu-satunya untuk bisa mengeluarkan hasil panen. Karena tidak ada akses jalan lain, ada juga cukup jauh jalannya harus melalui akses jalan Way Mente. Para petani sangat berharap, adanya perhatian baik Pemerintah Kabupaten dan Provinsi melalui instansi terkait, untuk bisa memperbaiki akses jalan usaha tani tersebut.

“Harapannya petani, hanya minta agar bisa diperbaiki jalannya. Petani sangat bergantung sekali akses jalan itu, karena untuk mengangkut ribuan ton padi hasil pertanian. Harapan lainnya, agar para petani ini makmur dan berjaya serta bisa menciptakan swasembada pangan tercapai sesuai dengan harapan,” pungkasnya.

Loading...