Jalan Layang Gajahmada Rawan Begal, Tedi Mengaku Baru Sekali Beraksi

  • Bagikan
Tedi diperiksa di Polresta Bandarlampung.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Aksi pembegalan di jalan layang (fly-over) ruas Jalan Juanda-Jalan Gajahmada Bandarlampung yang dilakukan tersangka Tedi Anggoro (40) makin mempertegas bahwa ruas jalan tersebut rawan pembegalan. Sebelum aksi yang dilakukan Tedi, sudah beberapa kali pembegalan pengendara sepeda motor terjadi di ruas jalan itu.

Kepada petugas Polresta Bandarlampung Tedi Anggoro (24) mengakui dirinya telah melakukan pembegalan sepeda motor milik korban Saiful di jalan layang (fly-over) Jalan Gajah Mada, Bandarlampung pada Mei 2016 lalu. Ia melakukan aksi pembegalan tersebut, bersama rekannya berinisial MN (DPO).

“Baru satu kali saya ikut membegal, itupun karena saya diajak sama MN,”ujarnya di hadapan petugas dan awak media, di Mapolresta Bandarlampung, Senin (11/7/2016).

Tedi mengaku, saat membegal ia berperan sebagai joki atau orang yang mengendarai sepeda motor mencari target sasaran korbannya. Sementara rekannya, MN, bertugas merampas sepeda motor milik korban.

“Saya hanya menunggu di atas motor mengawasi situasi sekitar. Yang menendang korban, menodong  korban pakai pisau, dan merampas motor korban itu teman saya, MN,”katanya.

Menurt Tedi, sepeda motor hasil pembegalan dijual MN sebesar Rp 2 juta. Namun, Tedi mengaku tidak mengetahui siapa penadah sepeda motor hasil membegal tersebut.

“Kemudian uang dari hasil penjualan motor curian, dibagi rata berdua. Saya dapat jatah Rp 1 juta. Uangnya sudah habis untuk membeli pakaian buat Lebaran dan kebutuhan lainnya,”ungkapnya.

Petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, menangkap Tedi Anggoro (24) warga Jalan P Emir M Noer tersangka begal biasa beraksi di Flayover Jalan Gajah Mada. Polisi menangkap Tedi, saat berada di jalan MS Batubara, Telukbetung Utara beberapa hari lalu.

Petugas mengaku menembak kaki Tedi karena Tedi melakukan perlawanan aktif saat akan ditangkap.

Polisi menyita satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna putih tanpa plat kendaraan. Sepeda motor tersebut, yang biasa dipakai Tedi bersama MN (DPO) saat melakukan aksi pembegalan.

  • Bagikan