Jalan Lintas Tengah Makin Rusak Parah

  • Bagikan
Warga berjalan melewati jembatan Terbanggi Besar di Lampung Tengah,
Sabtu (22/2),. Pada Rabu (22/1) sekitar pukul 05.00 WIB,
jembatan yang dibangun pada 1950 itu amblas karena kelibihan beban. Kini jalan itu hanya bisa dilalui pejalan kaki dan
kendaraan roda dua. (Foto Syailendra Arif)

Isbedy Stiawan ZS/teraslampung,com

Gunungsugih—Amin, 20, warga Tulangbawang, setiap pekan selalu melintasi ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung Tengah. Ia yang melanjutkan kuliah S2 di Universitas Lampung selalu pulang kampung tiap minggu. Amin mengaku, Jalinteng—terutama ruas Terbanggi Besar-Gunungsugih—sebagai jalan paling tak nyaman di Lampung. Bukan hanya sejak jembatan di ruas jalan itu ambrol beberapa waktu lalu, tetapi sudah lebih dari setahun belakangan ini.

“Kerusakan ruas jalan Gunungsugih-Bandarjaya sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Selain berlubang, beberapan bagian ruas jalan bergelombang. Akhir-akhir ini semakin parah,” kata Amin, saat ditemui di Rumah Makan Siang Malam, Bandarjaya, Sabtu (22/02/2014),

Karena jalanan rusak dan bergelombang, menurut Amin, tak jarang ada truk terguling. Hal itu menyebabkan kemacetan panjang hingga berjam-jam.

“Kendaraan jalannya terpaksa harus merayap. Perjalanan Bandarlampung—Tulangbawang yang biasanya ditempuh kurang dari 4 jam, bisa sampai 7 bahkan 8 jam,” kata Amin, PNS di salah satu kecamatan di Pemkab Tulangbawang Barat.

Jalan rusak dan bergelombang antara lain di ruas jalan di dekat Polres Lampung Tengah. Sementara ruas jalan dengan lubang menganga mulai depan RM Siang Malam, Pasar Bandarjaya, hingga Poncowati.

“Lubang jalannya besar dan dalam. Kalau tak hati-hati bisa berakibat kecelakaan. Paling tak nyaman kalau sudah masuk Lampung Tengah,” ujar dia.

Sejak Jembatan Terbanggi Besar ambrol, kendaraan dialihkan beberapa jalan alternatif. Yaitu melewati Terminal Bettan Subing bagi kendaraan truk dan bus, dan melintasi jembatan lama Terbanggi Besar untuk kendaraan kecil dan pribadi. Sedangkan kendaraan roda dua melintasi Jembatan Terbanggi Besar yang masih diperbaiki karena rusak.

Sementara itu, kendaraan truk dari Bandarlampung yang akan ke Palembang, Sumatera Selatan, dialihkan ke Kota Gajah melalui Buyut. “Namun, sedikit truk memilih jalan alternatif Kota Gajah, karena perjalanan semakin jauh. Apalagi sebelum masuk Kota Gajah, banyak ruas jalan rusak parah,” kata dia.

Mamat, sopif truk yang akan ke Palembang, mengaku tetap memilih melintasi Terbanggi Besar daripada lewat Kota Gajah. Alasannya, selain jarak tempuh makin jauh, kerusakan jalan menuju Kota Gajah, juga akan menambah biaya minyak.

“Lebih baik saya istirahat di sini,” kata Mamat.

Seratusan truk terhenti di dekat Tugu Pepadun Gunungsugih, karena harus mengantre. Hal sama juga terjadi di dekat Jembatan Terbanggi Besar. Truk-truk itu dihentikan perjalanannya, karena petugas mendahulukan kendaraan kecil, pribadi, dan bus agar tidak arus lalu lintas utama di Lampung Tengah sedikit lanar.

“Kalau tak diatur petugas, arus kendaraan akan macet total. Tahu sendiri, jalan di lintas tengah ini kerusakannya hampir di tiap ruas,” kata Sigit.

Pedagang di Pasar Bandarjaya itu menyesalkan sikap Pemkab LampumgbTengah seperti tak acuh pada kondisi jalan di daerahnya.

“Kalau jalan di sini jalan negara, jangan hanya menunggu perbaikan dari pusat.Kapan akan lancar jalin tengah kalau harus menunggu turun tangan dari pemerintah pusat,” ujar Sigit.

Sejauh ini, pengerjaan jalan yang dilakukan Pemkab Lampung Tengah hanya menimbun jalan yang berlubang dengan pasir yang dicampur batu-batu kecil. “Tentu saja itu tidak menyelesaikan masalah, karena ketika hujan pasir dan kerikil akan tersapu air,” kata Sigit.

  • Bagikan