Beranda Kabar Desa Jalan “Onderlaag” di Desa Pekurun Utara Kini Diubah Jadi Jalan Lapen

Jalan “Onderlaag” di Desa Pekurun Utara Kini Diubah Jadi Jalan Lapen

135
BERBAGI
Pengerjaan jalan lapen di Desa Pekurun Utara, Kabupaten Lampung Utara.
Feaby|Teraslampung.com
Kotabumi–‎Untuk memperlancar aktivitas warga, Desa Pekurun Utara, Abung Tengah, Lampung Utara meningkatkan jalan desa mereka dari jalan onderlaag menjadi jalan lapisan penetrasi (Lapen) pada tahun ini. Kegiatan ini menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016.
“‎Fokus utama penggunaan ADD tahun ini ialah perbaikan jalan dari onderlaag ke jalan lapen. Hal ini sesuai kemauan warga yang ingin jalannya diperbaiki,” terang Kepala Desa Pekurun Utara, Wahidin, Rabu (3/8/2016).
Menurut Wahidin, perbaikan jalan yang diminta warga ini dikarenakan kondisi jalan onderlaag yang selama ini dilintasi kondisinya sangat tidak layak dan cenderung membahayakan para pengguna jalan khususnya saat musim hujan. Padahal, jalan inilah yang menjadi urat nadi perekonomian warga. Meski masih ada jalan alternatif, namun warga enggan menggunakan jalan alternatif itu karena kondisi jalannya nyaris serupa dan jaraknya bisa dua kali lipat jika dibandingkan dengan jalan utama mereka.
“Kalau hujan, jalan itu sangat licin dan banyak terjadi kecelakaan karena kualitas jalan yang buruk ini,” katanya.
Ia menuturkan, pengerjaan jalan lapen yang dimulai beberapa waktu lalu itu telah selesai secara keseluruhan. Pembangunan jalan ini terbagi di dua Dusun dengan panjang yang berbeda – beda. Untuk Dusun 2, panjang jalan lapen yang dibangun mencapai 1.500 meter. Sedangkan pembangunan jalan lapen di Dusun 3 mencapai panjang 200 meter.
“Tiap harinya, warga selalu menggunakan jalan ini jika ingin beraktivitas baik para pelaku ekonomi maupun anak – anak sekolah,” tuturnya.
Ia kembali mengatakan, dalam pengerjaan jalan lapen ini, pihaknya selalu berusaha memberdayakan sumber daya manusia yang ada di Desa sesuai acuan yang berlaku. Seluruh pekerja yang mengerjakan pembangunan jalan lapen itu berasal dari warga Desa mereka. Namun, ada beberapa pekerja yang sengaja didatangkan dari luar karena berkaitan dengan hal yang bersifat teknis dalam pekerjaan. Pekerja dari luar itu seperti penyiram aspal dan pekerja spesialis pembakar aspal.
“Karena warga di sini kurang paham cara menyiram dan membakar aspal dengan baik dan benar, maka kami terpaksa mendatangkan orang yang bisa melakukan itu dar‎i luar Desa. Tapi, yang lainnya, semua dikerjakan oleh warga Desa yang diberi honor,” papar dia.‎