Beranda News Nusantara Jalan Tol Palembang – Indralaya yang Ambles Sudah Diperbaiki

Jalan Tol Palembang – Indralaya yang Ambles Sudah Diperbaiki

322
BERBAGI
Jalan tol yang ambles di ruas Palembamg - Indralaya Tengah (Foto: Alois Wisnuhardana)

TERASLAMPUNG.COM — Ruas jalan tol ruas Palembang – Indralaya Tengah yang rencananya akan dimanfaatkan untuk menunjang kelancaran arus mudik Lebaran 2017, ambles sebelum digunakan, akhir pekan lalu (17/6/2017). Jalan sepanjang 30 meter yang ambles itu langsung diperbaiki dan pada Senin (19/6/2017) dinyatakan siap dilalui kendaraan pemudik Idul Fitri 2017.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, jalan tol Palembang-Indralaya yang sempat amblas sudah diperbaiki agar bisa digunakan untuk sementara.

“(Jalan tol) sudah diperbaiki untuk sementara dan itu hanya satu lajur. Worst casenya satu lajur (yang digunakan),” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto, Senin (19/6).

Lokasi tol yang ambles adalah di STA 7 yang mengarah ke Jalan Lintas Timur Palembang – Lampung di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Tepatnya di km 1+350 akses Pemulutan.

Badan jalan yang ambles berada di bawah kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sepanjang 30 meter.

Perbaikan dilakukan oleh PT Hutama Karya dengan membuat timbunan counter weight, menggali bagian yang amblas, meratakan kembali, dan melakukan pemadatan lapis per lapis.

Jalan tol itu ambles kemungkinan besar karena struktur tanah di ruas jalan tersebut memang berbeda dengan struktur tanah pada umumnya di Pulau Jawa.

Begitu diketahui ambles, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah bertindak cepat. Sebagaimana amanat UU No.38 Tahun 2004, Kementerian PUPR bertugas melindungi keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. Oleh PT Hutama Karya sebagai kontraktor pelaksana, jalan tersebut kemudian segera diperbaiki.

Pada saat pembangunan jalan tol, sudah ada struktur SUTT yang berada di lokasi tersebut. Sementara, kondisi sebagian besar trase jalan tol ini berada pada lahan rawa. Untuk mendapatkan struktur tanah yang stabil, tanah rawa harus disedot airnya supaya tanah dapat dipadatkan.

Untuk memadatkan, harus dipasang alat setinggi 20 meter. Tapi pemasangan ini juga berisiko membahayakan pekerja konstruksi, karena bisa tersengat listrik tegangan tinggi.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah dengan melakukan preloading dengan metode vacum consolidation untuk mengurangi kadar air dan udara dari butiran tanah pada lahan tersebut sehingga jalan tidak mudah rusak atau amblas. Dengan menyedot udara dan air, tanah lebih mudah dipadatkan.

 

Loading...