Beranda News Jalinsum Lampung tak Aman, Pemudik Bersepeda Motor Pilih Menginap di SPBU

Jalinsum Lampung tak Aman, Pemudik Bersepeda Motor Pilih Menginap di SPBU

613
BERBAGI
Pemudik sepeda motor memilih beristirahat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kates, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan,, Rabu 14 Juni 2018 dini hari.Mereka takut melanjukan perjalanan pada malam hari karena Jalinsum rawan begal dan tindak kriminal lainnya. (Teraslampung/Zainal Asikin)
Pemudik sepeda motor memilih beristirahat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kates, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan,, Rabu 14 Juni 2018 dini hari.Mereka takut melanjukan perjalanan pada malam hari karena Jalinsum rawan begal dan tindak kriminal lainnya. (Teraslampung/Zainal Asikin)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Para pemudik dengan sepeda motor memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan melintasi jalan lintas Sumatera (Jalinsum) pada malam hari. Meskipun keluar dari Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan, para pemudik sepeda motor banyak yang beristirahat atau tidur di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Rabu dini hari, 13 Juni 2018.

Beberapa SPBU di Jalinsum ruas Bakauheni – Bandarlampung yang menjadi tempat para pemudik istirahat atau menginap antara lain SPBU Kotadalam, Kecamatan Sidomulyo dan SPBU Kates, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan,.

Pantaun Teraslampung.com pada Rabu 14 Juni 2018 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, para pemudik sepeda motor ada yang sembari tiduran di res area SPBU, ada yang minum kopi,makan, dan tidur sembari menunggu pagi untuk melanjutkan perjalanannya menuju ke kampung halamannya.

Mereka akan melanjutkan setelah terang tanah atau pagi hari sehingga lebih terjamin keamanannya.

Selain membawa istri dan barang bawaan, banyak pemudik yang  membawa buah hatinya yang masih balita.

Arif (28), pemudik menggunakan motor asli warga Kabupaten Way Kanan, mengaku iia bersama lima orang temannya memilih beristirahat di SPBU dengan alasan karena belum menyakini betul keamanan di jalur mudik meski sudah adanya jaminan keamanan dari aparat kepolisian.

BACA: Empat Pembegal Pemudik di Jalinsum Ditembak, Satu Pelaku Tewas

Roni,kawan Arif, mengaku sejauh ini belum ada langkah dari jajaran kepolisian di Polda Lampung melakukan pengawalan kepada pemudik yang menggunakan sepeda moto, Padahal, media online termasuk Teraslampung.com sudah gencar mewartakan bahwa Jalinsum di ruas Bakauheni-Bandarlampung rawan begal dan kecelakaan.

“Ya meskipun kami berjalan beriringan bersama pemudik sepemotor lainnya, tapi masih tetap khawatir. Sebab, biasanya pelaku kejahatan juga tidak sendirian. Mereka biasanya terdiri dari banyak orang.Kalau mereka membawa senjata tajam atau senjata api, jelas mengancam keselamatan kami,” kata Arif kepada Teraslampung.com saat ditemui SPBU Kota Dalam, Rabu dini hari 13 Juni 2018.

Menurutnya, sebelumnya juga sempat ramai dibicarakan di Jakarta tempatnya bekerja dan juga di wilayah Tangerang, mengenai adanya aksi pelaku begal terhadap pemudik yang terjadi di jalur Lintas Sumatera Lampung Selatan belum lama ini.

“Soal begal ini, beritanya ramai dibicarakan di Jakarta dan di tempat kerja abang saya di Tangerang. Demi keamanan, kami beristirahat dan menunggu di SPBU Kotadalam ini sampai besok pagi untuk melanjutkan perjalanannya,”ujar pria yang sudah enam tahun bekerja di penetasan ayam di wilayah Jakarta ini.

Para pemudik dengan sepeda motor beristirahat di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Kotadalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu 13 Juni 2018 dini hari.
Para pemudik dengan sepeda motor beristirahat di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Kotadalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Rabu 13 Juni 2018 dini hari.

Soal pengawalan dari polisi, Arif mengaku bingung karena sejauh ini memang tidak ada pengumuman bahwa Polda Lampung atau Polres Lampung Selatan mengerahkan aparat polisi untuk mengawal para pemudik sepeda motor.

BACA: Enam Begal Bacok Pemudik di Jalinsum Lampung

“Sebab sampai sekarang tidak ada informasi sama sekali bahwa pemudik yang akan melakukan perjalanan malam hari akan dikawal polisi,” katanya.

Semestinya, kata Arif, pihak kepolisian lebih aktif mendatangi pemudik yang menggunakan sepeda motor saat berhenti atau beristirahat seperti di SPBU ataupun di tempat-tempat lainnya dengan menawarkan pengawalan untuk melanjutkan perjalanan.

“Sudah empat kali lebaran ini saya mudik, kalau lebaran tahun-tahun sebelumnya ada pengawalan dari petugas kepolisian secara estafet. Jadi saat tiba di Bakauheni malam hari dan akan melanjutkan perjalanan, saat itu kami diberhentikan oleh petugas lalu dikawal untuk melanjutkan perjalanan. Tapi untuk mudik kali ini, sepertinya tidak ada lagi pengawalan,”ungkapnya.

Hendro (38),  pemudik yang akan pulang ke Kalirejo (Lampung Tengah) saat ditemui Teraslampung.com di SPBU Kates, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan mengaku heran petinggi polisi Lampung tahun ini tidak mengawal para pemudik.

BACA: Kapolri Soal Begal di Lampung: Kalau Tak Bisa Atasi Begal, Kapolres yang Saya “Begal”

Padahal, kata dia, pada beberapa musim mudik Lebaran sebelumnya Polda Lampung mengerahkan polisi untuk mengawal pemotor. Bahkan, Polda Lampung juga menempatkan banyak penembak jitu di Jalinsum.

“Jika dikawal polisi dan tahu ada sniper, pastinya para pemudik yang menggunakan sepeda motor akan merasa lebih aman dan nyaman saat dalam perjalanan sekalipun itu malam hari ataupun dinihari,” kata pria yang sudah 10 tahun bekerja di sebuah pabrik di daerah Pasar Kamis, Jakarta itu.

“Karena tidak ada jaminan keamanan, demi keamanan istri dan anak perempuan saya yang masih berusia 5 tahun, maka perjalanan mudik ini baru akan saya lanjutkan besok pagi saja,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Dwironi (31), pemudik asal Bekasi yang hendak pulang ke Kota Metro.

BACA: Lampu Jalan Banyak yang Mati, Pemudik Harus Hati-Hati di Jalinsum Lampung Selatan

Menurutnya, demi kenyamanan ia bersama istri dan anaknya, ia juga memilih menginap di SPBU. Meski jarak tempuh yang harus dilakukannya, masih memakan waktu sekitar dua jam lebih untuk tiba di kampung halamannya tersebut.

“Saya cari aman sajalah mas tidak lanjutkan perjalanannya, ya supaya tidak terjadi apa-apa saja dengan keluarga saya saat di jalan,”ujarnya.

Loading...