Beranda Ruwa Jurai Lampung Tengah Jalur Alternatif di Lampung Tengah Masih Seperti Kubangan Kerbau

Jalur Alternatif di Lampung Tengah Masih Seperti Kubangan Kerbau

903
BERBAGI

Supriyanto/Teraslampung.com


Jalan Manggis di Kota Bandarjaya, Kabupaten Lampung Tengah. (Teraslampung,com/Supriyanto)

GUNUNGSUGIH – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, belum ada tanda-tanda jalan alternatif  bagi para pemudik diperbaiki. Semua jalan altarnetif di Lampung Tengah dalam kondisi rusak parak.Jika hujan turun, kondisinya lebih mirip kubangan kerbau.

Pantauan Teraslampung.com pada Sabtu (19/7) menunjukkan sejumlah jalur aternatif khususnya yang berada di ibukota Lampung Tengah kondisinya masih rusak cukup parah. Bila jalan alternatif ini tidak secepatnya dibenahi dalam beberapa hari kedepan, akan sangat menggangu kenyamanan dan keamanan bagi pemudik. Utamanya adalah jalan alternatif di sekitar Kota Bandarjaya.

Kota Bandarjaya selama ini dikenal sebagai kawasan rawan macet di Jalan Lintas Sumatera ruas Bandarlampung—Lampung Tengah. Kemacetan terjadi karena di jalur ini ada aktivitas warga di Pasar Bandarjaya (Bandarjaya Plaza). .

Selama ini, jalur alternatif untuk menghidari kemacetan di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera di  Kota Bandarjaya, Lampungm  diarahkan ke Jalan Lingkar Barat (Jalingbar) Bandarjaya. Namun, sampai saat ini jalan dibangun sejak sekitar  11 tahun lalui oleh Bupati Andy Achmad Sampurnajaya, belum mampu di selesaikan oleh Pemerintahan Bupati Ahmad Pairin. Padahal, tinggal 3,5 Km lagi Jalingbar sudah tuntas.

Jalur alternatif lingkar barat ini, untuk mengalihkan kendaraan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan truk, baik yang dari arah Bandarlampung maupun sebaliknya dari arah Kota Bumi dan Kota Menggala (Kabupaten Tulangbawang) menuju ke Kota Bandarlampung (ibu kota Provinsi Lampung).

Jalan Lingkar Barat Gunungsugih-Terbanggi Besar di Kabupaten Lampung Tengah. (Teraslampung.com/Supriyanto)

Pada jalur alternatif lingkar barat ini kerusakan terjadi di Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, lalu di Kampung Bumi Mas sampai Kampung Poncowati Kecamatan Terbanggibesar. Bagi pemudik yang menggunakan jalur ini pada malam hari harus waspada dan hati-hati karena cukup rawan kejahatan. Selain jalan masih banyak lubang yang menganga cukup besar, juga disepanjang jalur ini tidak ada lampu penerangan jalan.

Begitu juga jalur alternatif bagi bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan kendaraan pribadi yang melintas di tengah Kota Bandarjaya harus berhati-hati, karena  jalan akan dilalui kondisi kerusakannya cukup parah. Jalan alternatif yang masih rusak cukup parah di dalam Kota Bandarjaya antara lain Jl.H.Agus Salim dan  Jl. Manggis. Ruas jalan ini biasa dilalui  kendaraan dari arah Bandarlampung menuju Menggala (Tulangbawang) dan Palembang.

Jalan alternatif yang juga rusak parah adalah  Jl Imam Bonjol, Jl. Patimura, dan Jl KH A.Dahlan. Jalan ini sebagai jalur alternatif bagi kendaraan dari arah Kotabumi (Kabupaten Lampung Utara), dan Menggala (Tulangbawang).

Kerusakan cukup parah juga  terjadi di jalan  lintas provinsi yang menghubungkan antara Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera  dari Bandarjaya menuju ke arah Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Sumatera di Kecamatan Bandarmataram, Kabupaten Lampung Tengah.

Menurut salah seorang rekanan yang enggan disebut namanya, belum di benahinya jalan yang menjadi jalur alternatif mudik lebih disebabkan akibat anggaran untuk pembangunan di Lampung Tengah yang menggunakan APBD murni 2014 belum ada yang bisa dicairkan.

”Jangakan akan memperbaiki jalan mas, anggaran yang untuk membangun saja sampai Juli ini belum jalas kapan bisa dicairkan. Memang aneh sampai Juli ini  APBD murni Lampung Tengah belum di terserap kegiatan pembangunan,”katanya.    

Para pemudik yang tidak pengalaman melintasi jalur alternatif yang rusak parah disarankan untuk tidak melintasi jalan tersebut. Sebab, berdasarkan pengalaman, daerah yang jalannya rusak di Lampung selama ini termasuk sangat rawan kriminal.

Loading...