Beranda Teras Berita Jaringan 98 Desak Pemerintahan Jokowi Hukum Mati Koruptor

Jaringan 98 Desak Pemerintahan Jokowi Hukum Mati Koruptor

141
BERBAGI
Ilustrasi aksi koruptor (dok KPK) 

BANDAR LAMPUNG, Teraslampung.com- Jaringan 98 menyayakan kini banyak elite dan politisi banyak yang munafik dan menjijikkan. Indonesia makin hancur karena korupsi mereka, tapi masih saja sok alim dan bicara proreformasi antikorupsi kolusi dan nepotisme.

“Rakyat muak mendengar maraknya berita korupsi dan kejahatan lain dampak dari minimnya keteladanan elite dan politisi nasional hingga daerah, sementara rakyat harus bekerja keras hanya untuk menyambung hidup. UMR 2 juta rupiah buruh pabrik selama 4 tahun setara dengan 100 juta fee rupiah proyek pejabat korup, atau kuli bangunan dengan upah 60 ribu rupiah per hari, harus tidak makan 45 tahun baru sebanding dengan korupsi 1 miliar rupiah para politisi bejat,” kata  Juru Bicara Jaringan ’98 Lampung, Ricky Tamba,  dalam rilisnya, Jumat (29/5/2015).

Ricky menegaskan, emi NKRI Presiden Jokowi harus ambil langkah serius yakni melaksanakan hukuman mati dan pemiskinan koruptor. Sebab, selama inirRatusan hingga ribuan triliun rupiah uang negara dan ‘dana siluman’ tiap tahun bisa diselamatkan guna membangun infrastruktur dan subsidi kebutuhan pokok rakyat miskin, sehingga memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat belakangan ini, bukan untuk bancakan segelintir pengkhianat bangsa.

“Intervensi positif kepala negara untuk menghukum mati dan menyita harta koruptor akan didukung rakyat, serta visi-misi Trisakti dan Nawacita cepat terwujud. Ketegasan Jokowi akan menimbulkan keteladanan dan harapan di tengah apatisme publik. Tidak  usah lagi deh bicara ‘HAM hum’ ‘HAM hum’,” kata Ricky.

Menurut Ricy,korupsi di Indonesia sudah  sangat biadab, membunuh nasib jutaan rakyat miskin yang lebih punya hak asasi manusia untuk mendapatkan perlindungan negara berupa kehidupan dan pekerjaan yang layak.

“Lebih beradab jika seribu koruptor dihukum mati dan dimiskinkan, daripada ratusan juta rakyat tak berdosa menderita, Pancasila terus dikhianati dan NKRI karam. Haqul yakin mayoritas rakyat akan mendukung lahir batin, demi tegaknya keadilan,” kata Ricky.

Loading...