Beranda Ruwa Jurai Lampung Selatan Jebol Diterjang Banjir, Tanggul Way Katibung Mulai Diperbaiki

Jebol Diterjang Banjir, Tanggul Way Katibung Mulai Diperbaiki

213
BERBAGI
Proses perataan dan pemadatan tanah di areal jalan tanggul Way Katibung di Desa Sinar Pasmah, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, Rabu (29/1/2020) sore.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Tanggul Way Katibung di Desa Sinar Pasmah, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan yang jebol beberapa waktu lalu, kini mulai diperbaiki. Perbaikan dilakukan oleh Balai Besar Way Sekampung (BBWS) dan Mesuji dengan menerjunkan alat berat eskavator dan 10 unit kendaraan pengakut material tanah.

Pantauan teraslampung.com d ilokasi, alat berat eskavator yang diturunkan tengah mengerjakan perataan dan pemadatan tanah di areal jalan tanggul Way Katibung.

Sementara proses penimbunan dan pemadatan tanah untuk menutup tanggul jebol, belum dilakukan sepenuhnya terkendala kondisi cuaca sebab di wilayah tersebut masih diguyur hujan deras. Akibatnya, jalan areal tanggul yang dilalui kendaraan yang mengangkut material tanah urukan menuju lokasi jebolnya tanggul tersebut, saat ini belum bisa dilalui lagi lantaran kondisi tanahnya labil dan mudah amblas karena belum keras.

Di sisi lainnya, aktivitas para petani sudah mulai terlihat menggarap lahan sawahnnya kembali. Mereka ada yang sedang membajak lahan sawahnya, ada yang sedang melakukan penyemaian bibit padi yang sebelumnya hanyut terbawa arus akibat banjir dan ada juga juga yang sudah ditanami padi kembali.

“Mobil yang mengangkut tanah urukan sementara ini istirahat dulu, karena kondisi jalan tanggul belum bisa dilewati setelah diguyur hujan deras tiga hari ini. Sopir mobil tidak berani bawa tanah urukan, kalau dipaksakan bisa ambles dan terguling,”kata pengemudi eskavator kepada teraslampung.com saat ditemui dilokasi pengerjaan tanggul jebol, Rabu (29/1/2020) sore.

Menurutnya, perbaikan tanggul ini mulai dikerjakan sekitar 13 hari ini. Sementara ini penimbunan dan pemadatan tanggul jebol belum bisa dilanjutkan lagi, lantaran hujan deras masih mengguyur di wilayah ini. Selain itu juga, mobil pengangkut tanah urukan tidak bisa masuk karena kondisi jalan tanggul susah dilalui sehingga menghambat pekerjaan.

“Seminggu aja mas cuacanya terang dan panas, jalan tanggul ini sudah bisa dilewati lagi sama mobil yang angkut tanah urukan. Sementara ini, saya meratakan tanah dan memadatkan jalan tanggul supaya bisa dilewati kendaraan yang angkut tanah urukan,”ucapnya.

Sementara seorang petani warga setempat, Mugi mengatakan, ia merasa senang cepat dilakukannya perbaikan tanggul yang jebol oleh pemerintah atau instansi terkait. Karena kalau tidak segera diperbaiki, maka para petani tidak bisa tanam dan ratusan hektar sawah pastinya akan mangkrak begitu saja.

“Ya pastinya senang sekali lah mas, karena sudah mulai diperbaiki tanggul yang jebol. Adanya perbaikan tanggul jebol ini, sangat membantu bagi kami para petani karena bisa tanam padi lagi di musim tanam saat ini,”ungkapnya.

Timan, juga mengaku senang karena sudah bisa mulai tanam lagi.

“Ya mudah-mudahan saja segera selesai perbaikan tanggulnya. Meski perbaikan tanggul belum selesai sepenuhnya, paling tidak air Way Katibung tidak masuk ke areal pesawahan lagi dan petani sudah bisa tanam padi lagi,”ucapnya.

Siswanto (50), salah seorang yang ditugasi untuk mengawasi tanggul Way Katibung sejak tahun 1989 ini menuturkan, perbaikan tanggul jebol Way Katibung ini sudah dilakukan selama 13 hari hingga sekarang ini. Namun pengerjaaannya saat ini, belum bisa dilanjutkan lagi karena kondisi jalan tanggul mudah amblas setelah tiga hari ini diguyur hujan deras.

“Sudah 13 hari ini tanggul yang jebol diperbaikinya. Tanah urukan untuk menutup tanggul jebol belum semuanya selesai dikerjakan, masih sebagian yang diratakan dan dipadatkan sama eskavator. Tapi air sungai Way Katibung, sudah tidak masuk lagi ke aeral pesawahan,”ungkapnya.

Dikatakannya, untuk melakukan perbaikan tanggul jebol tersebut, ada satu alat berat eskavator dan 10 unit kendaraan jenis dumptruk yang mengangkut tanah urukan yang diturunkan oleh Balai Besar Way Sekampung (BBWS) dan Mesuji Provinsi Lampung.

Sekarang ini, kata Siswanto, alat berat eskavator masih mengerjakan perataan dan pemadatan tanah jalan tanggul terlebih dulu agar tidak amblas dan juga kuat, supaya bisa dilewati mobil pengangkut tanah urukan tersebut. Hal itulah yang membuat kendala perbaikan tanggul.

“Tiga hari ini mas diguyur hujan deras terus, bahkan air Way Katibung sempat meluap lagi dan ketingian airnya sampai dibawah jembatan penyeberangan,” katanya.

Jebolnya tanggul Way Katibung sepanjang 30-50 meter itu menyebabkan  300-an hektare lahan persawahan milik petani di tiga desa di Kecamatan Candipuro terendam banjir. Tiga desa itu adalah Sinar Pasmah, Beringin Kencana, dan Banyumas. Para petani pun merugi karena benij padi yang belum lama mereka tanam terendam banjir.

Tanaman cabai milik petani yang tinggal dipanen juga terendam banjir. Kerugian yang diderita para petani capai ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Loading...