Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Jelang Akhir Tahun, Penyerapan Anggaran 2019 Pemkab Lampura Memble

Jelang Akhir Tahun, Penyerapan Anggaran 2019 Pemkab Lampura Memble

6221
BERBAGI
Kantor Pemkab Lampung Utara
Kantor Pemkab Lampung Utara

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Meskipun telah mendekati akhir tahun 2019, namun ternyata penyerapan anggaran pada sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Lampung Utara masih tergolong memble alias sangat rendah. Hingga 31 Oktober 2019, penyerapan anggarannya masih baru menyentuh angka 40 hingga 60 persen.

“Sampai saat ini, penyerapan anggaran pada instansi – instansi kita di Lampung Utara cukup rendah karena baru menyentuh angka 40 hingga 60 persen,” kata anggota Komisi I DPRD Lampung Utara, Herwan Mega usai rapat seputar anggaran bersama instansi yang menjadi mitra komisi, Kamis (31/10/2019).

Bahkan, menurutnya, ada satu instansi yang penyerapan anggarannya sampai kini belum menyentuh angka 40 persen. Instansi itu ialah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Serapan anggarannya baru sekitar 34 persen.

‎”Instansi yang serapan anggarannya baru di angka 40 persen, yakni Bagian Humas 47 persen, Bagian Protokol 47 persen, sedangkan Bagian Organisasi sudah 60 persen,” jelasnya.

‎Para petinggi instansi yang serapan anggarannya rendah berdalih bahwa hal ini dikarenakan adanya pemotongan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan juga adanya pengalihan anggaran yang tidak terserap, serta kemampuan anggaran yang tidak sesuai asumsi pendapatan.

“Alasan – alasan mereka seputar rendahnya serapan anggaran seperti itu,” jelasnya.

Rendahnya serapan anggaran ini secara otomatis berimbas pada macetnya sejumlah program – program yang telah direncanakan pada tahun sebelumnya. Tentunya, secara langsung akan berdampak pada kepentingan masyarakat luas.

“Sayangnya, kami tidak bisa mendesak realisasi anggaran itu bisa100 persen. Bisa terserap 70 persen saja sudah bagus,” urai dia.

Menurut penilaian Herwan, rendahnya serapan anggaran ini semata – mata dikarenakan terlalu muluknya asumsi pendapatan yang ditargetkan. Kenyataan yang diterima ternyata sangat bertolak belakang.

“Penyebabnya tak lain dan tak bukan karena kemampuan anggaran yang sangat tidak sesuai dengan asumsi pendapatan,” tegasnya.

‎Untuk mencegah hal ini kembali ‎terulang, ia telah menyarankan kepada pihak eksekutif untuk berpatokan pada besaran anggaran yang diterima pada tahun ini. Dengan demikian, mereka tak akan lagi terlalu berpatokan pada asumsi pendapatan yang terkadang jauh dari harapan.

“Siapa yang bisa pastikan asumsi pendapatan itu akan sesuai harapan. Jadi, kalau mau optimal serapan anggarannya hendaknya jangan terlalu berpatokan pada asumsi target pendapatan‎,” tandas politisi asal Partai Berlambang Bintang Mercy ini.