Beranda Ekbis Bisnis Jelang Lebaran, Harga Kopi Naik

Jelang Lebaran, Harga Kopi Naik

170
BERBAGI
Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Para petani kopi di Lampung Barat  yang masih memiliki stok kopi bisa tersenyum menjelang Idul Fitri tahun ini. Sebab, di tengah kelangkaan kopi, harga kopi kelas asakan kini naik dari Rp 17 ribu/kg menjadi Rp 21 ribu/kg.

Harga kopi Rp21 ribu/kg
ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu lalu. Sedangkan sekitar s sebulan lalu masih bervariasi yaitu Rp17-an
ribu/kg.

Naiknya harga kopi antara lain disebabkan jumlah permintaan semakin tinggi.
Sementara itu petani belum memasuki musim panen. Khusus untuk di daerah Liwa,
produksi kopi sudah mulai berkurang karena lahan perkebunan kopi banyak
dialihkan menjadi lahan sayuran.

Haidar Hasni (35) , pedagang pengumpul kopi di Pasar Liwa,
Lampung Barat,mengaku  pihaknya mengambil
kopi dari petani seharga Rp21 ribu/kg untuk kopi asalan. “Yang ada di Liwa
ini umumnya kopi asalan. Harga segitu sudah termasuk lumayan,” kata Haidar,
Sabtu (26/7).

Haidari mengaku, kopi yang dia jual didapat dari daerah Kecamatan Batu Brak,
Belal, Sukau, dan Lumbok Seminung. Sedangkan dari Liwa sendiri produksi sudah
mulai berkurang karena lahan perkebunan kopi sudah mulai berkurang akibat lahan
kopi dibongkar dan dijadikan lahan sayuran.

Sementara itu, Saili (45), salahseorang petani kopi di Liwa, mengaku senang
jika harga kopi terus meningkat. Pihaknya berharap harga kopi terus membaik
terutama menjelang musim panen tahun ini.

“Mudah-mudahan harga terus meningkat lagi, minimal bertahan,” kata dia.

Loading...