Jelang Musim Hujan. BPBD Lampura Imbau Warga di Bantaran Sungai Waspadai Banjir

Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby/Teraslampung.com

Ansyori Yazid

Kotabumi--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk waspada menghadapi puncak musim hujan yang akan segera tiba.

“Hasil koordinasi dengan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung, puncak musim hujan di Lampung Utara diperkirakan akan terjadi pada awal bulan Desember. Jadi, kami imbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk selalu waspada,” tutur Sekretaris BPBD, Ansyori Yazid, di kantornya, Jum’at (27/11).

Ansyori mengatakan, sedikitnya terdapat delapan Kecamatan di wilayahnya yang terkenal sebagai daerah rawan banjir. Kedelapan Kecamatan itu yakni Kecamatan kotabumi, Kotabumi Selatan, Abung Selatan, Sungkai Selatan Abung Timur, Muara Sungkai, Sungkai Barat, Sungkai Utara.

“Biasanya banjir yang kerap melanda pada sejumlah Kecamatan merupakan banjir kiriman dari bagian hulu seperti dari daerah Sumber jaya dan Bukit Kemuning,” katanya.

Selain mengimbau waspada terhadap potensi banjir yang kerap terjadi di musim hujan, Ansyori juga meminta warga mewaspadai bencana alam lainnya seperti bencana tanah longsor dan angin puting beliung. Bencana tanah longsor acap kali terjadi di daerah dataran tinggi seperti Kecamatan Tanjung Raja, Abung Tinggi, Abung Barat, dan Abung Pekurun.

“Daerah yang sering terjadi longsor itu seperti Kecamatan Tanjung Raja, Bukit Kemuning, Abung Tinggi, Abung Barat, dan Abung Pekurun,” papar dia.

Menyikapi potensi terjadinya bencana alam saat musim hujan, Ansyori mengklaim pihaknya telah menyiapkan satu regu yang selalu siap siaga bilamana bencana alam itu terjadi. Berbagai peralatan yang dibutuhkan pun telah disiapkan pihaknya manakala dibutuhkan. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi atau pelatihan kepada masyarakat bagaimana menghadapi bencana alam belum lama ini.be

“Regu ini selalu stand by (siap siaga) di kantor dan akan segera terjun ke lokasi jika bencana alam terjadi,” tuturnya.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik, Martahan menambahkan, berbagai peralatan yang telah disiapkan saat bencana alam terjadi yakni tiga unit perahu karet, tenda darurat, tenda keluarga, tenda posko, tenda pleton. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak BPBD Lampung untuk meminta sejumlah perlengkapan tambahan yang dibutuhkan seperti paket kesehatan keluarga, peralatan dapur, sandang, pakaian anak, family kids.

“Kami juga sudah koordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Lampung mengenai tambahan peralatan. Karena peralatan tambahan itu sangat diperlukan,” kata dia.