Beranda Ekbis Bisnis Jelang Ramadan, Penjualan Daging Sapi di Pasar Kangkung Bandarlampung dan Pasar Pagi...

Jelang Ramadan, Penjualan Daging Sapi di Pasar Kangkung Bandarlampung dan Pasar Pagi Kotabumi Lesu

595
BERBAGI
Etti, penjual daging sapi di Pasar Pagi Kotabumi, Lampung Utara.

TERASLAMPUNG.COM — Sejumlah penjual daging sapi di pasar tradisional di Bandarlampung mengeluhkan sepinya pembeli. Diduga, kurang ramainya pembeli daging karena harga daging sudah merangkak naik dari Rp110 ribu/kg menjadi Rp 120 ribu/kg hingga Rp 130 ribu/kg.

Di Pasar Kangkung Bandarlampung, pada Kamis (25/5/2017) harga daging Rp 120 ribu per kilogram. Itu pun bekas daging beku (yang sudah dimasukkan kulkas dan disiram air agar kembali tampak segar). Sedangkan daging sapi segar Rp 130 ribu/kg.

Jumadi, pedagang daging di Pasar Kangkung, menduga sepinya pembeli daging sapi karena harganya tinggi (Rp120 ribu /kg).

“Ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu, dua hari menjelang Ramadan para pembeli daging sapi sudah sangat banyak karena mereka menghindari membeli pada H-1 Ramadan,” kata Jumadi.

Yani (45) , warga Gulak Galik, Teluk Betung Utara mengaku tidak jadi membeli daging karena harganya masih tinggi.

“Saya tidak jadi membeli daging karena mahal harganya. Cukup membeli ayam aja satu ekor untuk persiapan puasa besok,” ujar istri tukang bangunan yang memiliki empat anak itu.

Setiap dua hari menjelang Ramadan, pedagang daging di Pasar Kangkung membeludak, bahkan sisi kiri-kanan jalan di depan pasar penuh pedagang daging yang mendirikan lapak.

Kali ini hanya beberapa pedagang daging dadakan di Pasar Kangkung.

Di  Pasar Pagi Kotabumi, Lampung Utara, harga daging sapi juga mencapai Rp 130 ribu/kg. Para pedagang mengaku pada hari ini pembeli sepi. Mereka masih berharap pembeli daging akan rapai pada sehari sebelum Ramadan (Jumat, 26 Mei 2018).

“Ya pembeli daging hari ini cukup sepi beda dengan Ramadhan tahun lalu. Mungkin karena harga daging masih tinggi Rp130 ribu,” kata Etti, pedagang daging sapi di Pasar Pagi Kotabumi.

Menurut Etti, tingginya harga daging sapi segar karena harga dari agen juga tetap tinggi.

 

 

 

Mas Alina Arifin

Loading...