Beranda Ekbis Bisnis Jelang Tahun Baru, Pedagang Terompet di Bandarlampung Masih Sepi Pembeli

Jelang Tahun Baru, Pedagang Terompet di Bandarlampung Masih Sepi Pembeli

307
BERBAGI
Rantak pedagang terompet yang mangkal di jalan Raden Intan Bandarlampung.
Rantak pedagang terompet yang mangkal di jalan Raden Intan Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM — Tahun baru 2019 tinggal beberapa hari lagi. Biasanya di sepanjang jalan utama Kota Bandarlampung seperti di A. Yani, Raden Intan dan Kartini sudah dipenuhi pedagang terompet. Sejak dua tahun terakhir,bisnis terompet menjelang perayaan tahun baru di Bandarlampung “lesu darah” alias sepi pembeli.

Pantauan teraslampung.com pada Rabu (26/12) pukul 10.00 menunjukkan hanya ada empat orang yang berdagang terompet di sepanjang Jalan Raden Intan.

“Mungkin kapok pak, sebab tahun kemaren omzet kita menurun drastis, dagangan kita banyak yang gak laku,” kata Rantak (56) pedagang terompet yang mangkal di depan Bank BRI.

Warga Kaliawi itu mengaku berdagang terompet sudah sekitar 6 tahun. Menurutnya sejak tahun baru 2017 penjualan trompet tahun baru menurun drastis.

“Beda dengan tahun 2014 sampai 2015 penjuaan trompet lumayan besar,” jelasnya.

Rantak menjelaskan dia sudah membuka dagangannya sejak pukul 08.00. Hingga pukul 10.14 baru ada satu orang yang membeli terompetnya yang dijual mulai dari yang termurah Rp. 5 ribu sampai Rp.35 ribu.

“Baru penglaris satu pak,” kata warga Kaliawi itu yang sekarang harus membeli terompetnya secara tunai dari grosir di kawasan Kampung Sawah Brebes.

Sementara itu, Fajar (20) yang mangkal berjarak sekitar 5 meter dari tempat Rantak, mengaku belum ada yang membeli dagangannya.

“Belum ada penglaris (belum ada yang mulai membeli–Red.) Pak,” ujarnya.

Fajar, warga jalan Raden Intan Gang Mesjid, mengatakan teman-temanya yang biasanya berdagang terompet tahun baru kini sudah banyak yang mempunyai pekerjaan lain.

“Temen-teman saya yang biasa dagang sekarang sudah punya kerjaan lain, jadi mereka gak dagang lagi,” katanya.

Dandy Ibrahim

Loading...