Beranda Ruwa Jurai Pesisir Barat Jembatan Bailey Ambruk, Jalan Lintas Barat Terputus

Jembatan Bailey Ambruk, Jalan Lintas Barat Terputus

345
BERBAGI
Jembatan Bailey ambruk, Kamis siang, 23 November 2017. Foto @Ichwanto M. Nuh

TERASLAMPUNG.COM — Jembatan Bailey yang dibangun sebagai jembatan darurat untuk mengatasi amblesnya Jalan Lintas Barat Sumateradi ruas  Krui — Biha, Kabupaten Pesisir Barat, ambruk akibat kelebihan beban, pada Kamis (23/11) sekitar pukul 13.20 WIB.

Ambruknya jembatan tersebut menyebabkan arus lalu lintas di jalinbar kembali lumpuh total. Jembatan tersebut berada di Pekon Mandirisejati Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesiba). Setelah kembali normal selama sebulan terakhir sejak jembatan bailey dibangun.

Berdasarkan pantauan harianlampung.com dilapangan, jembatan bailey tersebut ambruk karena dilalui oleh kendaraan Mitsubishi Fuso dengan Nomor Polisi (Nopol) B 9913 HI yang membawa barang pecah belah dengan berat beban sekitar 14 Ton. Kendaraan tersebut dikendarai oleh Agus Susanto dengan tujuan Provinsi Bengkulu.

“Jembatan ini pada dasarnya kekuatan daya tampung maksimal sekitar 7 Ton, dan ambruknya jembatan bailey ini dikarenakan ulah para supir yang ngeyel bawa kendaraan dengan beban yang melebihi daya tampungnya. Padahal dilokasi jembatan sudah dipasang imbauan larangan melintas bagi kendaraan yang membawa beban diatas 7 Ton,” kata Kasat Lantas Polres Lampung Barat (Lambar), AKP. Agustinus.

“Untuk sementara seluruh kendaraan roda empat atau lebih, diminta untuk memutar balik demi keamanan bersama,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Pesibar, Agus Istiqlal, saat dikonfirmasi dilokasi kejadian, sangat menyayangkan ulah para sopir yang bandel.

“Inikan disebabkan ulah para sopir yang membawa kendaraan melebihi kekuatan daya tampung jembatan bailey. Karena kepentingan bisnis membuat kepentingan umum masyarakat jadi terputus,” ungkap Agus.

Menyikapi hal tersebut, Agus meminta seluruh satker terkaitnya untuk segera mengambil tindakan darurat. Terlebih dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Negara harus ikut bertanggungjawab karena ini jalan negara, semua pihak terkait segera mengambil langkah, Kementrian PU, Kementrian Perhubungan, dan pihak terkait lainnya, karna ini jalan nasional,” katanya.

 

Loading...